5 Prediksi Tanda Kiamat yang Super Aneh Tapi Anehnya Masuk Akal, Percaya?

LoadingSUDAH MENCOBA

Bagi para penganut ajaran agama, kiamat merupakan suatu hal yang pasti bakal terjadi dan tidak bisa dihindari. Tidak ada yang tahu kapan kiamat bakal datang, tapi beberapa pihak atau golongan memiliki prediksi tersendiri tentang kiamat yang entah benar atau tidak. Anehnya, prediksi-prediksi tersebut cukup masuk akal untuk diserap oleh nalar kamu, lho. Berikut adalah beberapa prediksi tanda kiamat tersebut.

Kehidupan Kita Akan “Diperbaiki”

Pada tahun 2003 dulu, seorang filsuf bernama Nick Bostrom bilang kalau alam semesta sebenarnya merupakan simulasi komputer. Nah, teori tersebut dipercaya oleh pegiat sains, Elon Musk dan Neil deGrasse Tyson. Mereka percaya kalau simulasi tersebut pasti harus selalu ada yang mengaturnya. Secara tidak langsung, teori ini menunjukkan kalau kehidupan kita ini “diatur” seperti ketika kamu mengendalikan komputer. Oleh sebab itu, prediksinya alam semesta bakal hancur saat “Sang Pengatur” bakal “memperbaiki”-nya dari awal. Jadi mungkin semacam komputer yang di-reboot.

Meningkatnya Kemandulan

Mayoritas pasangan menikah pasti ingin segera memiliki anak. Makanya kemandulan pun dianggap sebagai suatu permasalahan besar. Sayangnya, fakta menunjukkan kalau angka kemandulan justru semakin meningkat setiap tahunnya. Penyebabnya berasal dari banyak hal, mulai dari polusi yang senyawa kimianya bisa mengganggu kesehatan alat reproduksi hingga konsumsi makanan yang kurang sehat. Para ilmuwan pun merasa khawatir dengan hal tersebut. Mereka memprediksi kalau evolusi bisa dengan mudah menentukan seseorang mampu punya keturunan atau tidak, tergantung dari kondisi keturunan di atasnya. Hal ini bakal jadi kepunahan manusia secara lambat.

Planet Mistis Nibiru

Nibiru juga kerap disebut sebagai Planet X. Sejumlah media seperti Express dan Daily Star pernah menyeburkan teori konspirasi kalau Nibiru bakal menabrak bumi setelah supermoon terakhir pada tahun 2016 terjadi tanggal 14 Desember lalu. Tapi buktinya teori tersebut tidak benar dan kita masih bisa hidup baik-baik saja sampai sekarang. Prediksi kedatangan Nibiru ini bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, hal tersebut juga pernah diramalkan pada tahun 2003, 2007, 2012, dan 2015. Tapi toh sampai sekarang tidak ada yang terbukti.

Munculnya Tata Surya Lain yang Menabrak Tata Surya Kita

Beberapa tahun lalu, kabarnya beberapa arkeolog menemukan sebuah tablet tanah liat misterius di Timur Tenga yang dibuat oleh bangsa SUmeria.. Setelah dianalisis, tablet tersebut berisi gambar yang menyerupai tata surya, tapi anehnya ada sebelas planet dalam gambar tersebut padahal kini kita cuma delapan planet tanpa Pluto. Banyak pihak mmenganggap kalau bangsa Sumeria punya kecerdasan astronomi cukup tinggi hingga bisa memrpediksi hal tersebut. Para ilmuwan pun menyelidiki penemuan tersebut dan menyebutkan bahwa bakal ada singgungan antara tata surya dengan orbit planet lain yang bisa membuat bumi hancur. Hal ini diprediksi terjadi dalam 3.600 tahun lagi.

Dunia Bakal Dipenuhi Gandum

Oke, mungkin prediksi ini bakal sedikit aneh, tapi para ahli biologi menganggapnya serius. Mereka punya teori bahwa bumi bakal dipenuhi gandum, mulai dari halaman rumah sampai pantai. Hal ini bakal mengubah rantai makanan dan tentunya memengaruhi keberlangsungan hidup manusia. Usust punya usut, para ilmuwan sedang mengembangkan modifikasi genetik pada tumbuhan untuk membuat tumbuhan tertentu mampu bertahan di kondisi tanah apapun, tidak bisa diserang penyakit bahkan hama sekali pun.

Namanya juga prediksi, jadi kebenarannya pun belum tentu terbukti. Mau percaya tau tidak, semua kembali kepada kamu lagi. Tapi yang pasti tidak ada salahnya mempersiapkan diri karena memang kita tidak tahu kapan kiamat bakal terjadi.

ARTIKEL TERKAIT

Misterius! Inilah 5 Fenomena Aneh di Dunia yang Tidak Bisa Dijelaskan Secara Ilmiah! Dari waktu ke waktu, ilmu pengetahuan selalu berusaha menghadirkan inovasi terbaru untuk menjawab berbagai pertanyaan seputar kehidupan manusia, tak t...
LoadingSUDAH MENCOBA

Leave a Reply