6 Trik Psikologis yang Bisa Membuat Orang Membeli Apa pun

LoadingSUDAH MENCOBA

 

Pesan kerap dianggap, sebagai poin terpenting yang mempengaruhi orang lain. Robert Cialdini dalam bukunya: “Pre-Suasion: A Revolutionary Way to Influence and Persuade”, mengatakan tindakan kamu yang paling menentukan. Apa tindakan pertama kamu, untuk membuat orang lain bersikap reseptif.

Menawarkan secangkir kopi misalnya. Penelitian memperlihatkan, seseorang akan lebih murah hati, saat memegang sesuatu yang hangat. Atau, coba memanfaatkan apa yang disebut ilmuwan sebagai aturan pertukaran. Satu studi menemukan, 42% pengunjung toko permen akan membeli sesuatu, jika mereka mendapatkan coklat gratis.

“Banyak hal yang membentuk kerangka berpikir kita, sebenarnya sangat primitif dan otomatis,” kata Cialdini, seperti dikutip dari Inc. Menurutnya, ada beberapa cara untuk memanfaatkan insting manusia itu. Berikut ini enam di antaranya, yang bisa kamu gunakan saat melakukan penjualan:

Cari kesamaan

“Orang bukan cuma ingin membeli dari seseorang yang mereka suka. Tapi, dengan seseorang yang menyukai mereka, dan yang memiliki kesamaan dengan mereka,” ujar Cialdini. “Mereka percaya orang yang seperti mereka, tidak akan memberikan sesuatu yang salah bagi mereka.” Kamu bisa mencari kesamaan, misalnya dari simbol dan tulisan pada topi, baju, atau tas calon pembeli.

Apakah terdapat klub sepak bola kesayangan, almamater. Gunakan kesamaan yang kamu temukan, untuk memulai percakapan sederhana, yang memperlihatkan bahwa kamu memiliki perhatian kepada mereka. Kamu tentunya bisa mendapat lebih banyak informasi, saat melakukan penjualan secara online, melalui akun media sosial orang yang kamu tawarkan produk.

Ketahui langkah pembuka yang baik

Saat peneliti mendekati seseorang, dan meminta alamat e-mail dengan memberikan sebotol minuman ringan, hanya 33 persen yang mau memberikannya. Tapi, ketika peneliti memulainya dengan pertanyaan, “Apakah kamu berjiwa petualang?” hampir 76 persen, yang memberikan alamat e-mail mereka.

Pusatkan pada kelebihan

Kamu bisa mempengaruhi, seberapa besar orang memberi perhatian pada kualitas, pelayanan, dan kelebihan lain dengan isyarat visual. Saat peneliti membuat toko mebel online, dengan gambar awan atau koin yang berkilau pada halaman yang dituju. Mereka menemukan, konsumen yang melihat awan akan menganggap, bahwa kenyamanan menjadi faktor yang lebih penting.

Bangun kekuatan dari kekurangan

“Orang terkejut saat kamu menyebutkan kekurangan, dan itu akan meyakinkan mereka mengenai kejujuran kamu. Mereka akan semakin percaya, pada apa yang akan kamu katakan berikutnya,” kata Cuidini. Coba kalimat seperti: “Biaya instalasi kami mungkin bukan yang termurah, tapi kamu akan mendapatkan hasil lebih cepat, dengan efisiensi kami yang luar biasa.”

Hindari menyebut kompetitor

Bagus jika kamu mengenal kompetitor dengan sangat baik. Tapi, jangan pernah sebutkan di hadapan konsumen, sekali pun itu kelemahan mereka untuk menaikkan nilai produk kamu. Penelitian menunjukkan, keinginan orang membeli akan turun secara signifikan, setelah mendapat masukan mengenai produk kompetitor.

Kelangkaan mendorong keinginan

Kelangkaan barang karena terbatasnya persediaan, dapat mendorong kebutuhan membeli secepatnya. Kamu juga bisa menciptakan situasi kelangkaan, misalnya dengan memberikan penawaran potongan harga atau bonus, dalam waktu yang terbatas. Kamu mungkin pernah mendengar slogan iklan, beli sekarang besok harga naik.

LoadingSUDAH MENCOBA