Kidult, Fenomena yang Terjadi di Kalangan Millenial, Sebaiknya Dihindari

LoadingSUDAH MENCOBA

Salah satu fenomena yang terjadi di kalangan Millenial adalah kidult atau kid-adult. Artinya, orang dewasa yang bersikap sepert anak-anak. Menjadi kidult memang cenderung dinikmati oleh kalangan Millenial. Tapi, tanpa disadari kidult memberikan pengaruh buruk dan sebaiknya dihindari, lho.

Tanda-Tandanya

  • Terobsesi pada hal-hal yang biasa disukai anak-anak, mulai dari makanan (seperti es krim), boneka, action figures, atau komik. Juga, setidaknya tergabung dan aktif dalam satu fandom.
  • Masih tinggal dengan orang tua dan selalu ragu untuk memulai hidup sendiri.
  • Berganti-ganti pekerjaan maupun pasangan.
  • Tidak mandiri secara finansial alias masih bergantung pada orang tua atau anggota keluarga lainnya.
  • Menghindari tanggung jawab besar maupun tantangan baru.
  • Suka mengusili orang-orang sekitar.
  • Kompetitif untuk hal-hal kecil, terutama dengan orang-orang yang memiliki rentang usia jauh dari dirinya.
Baca Nanti  5 Channel YouTube yang Membahas Isu Sosial dengan Cara Super Asik

Perbaiki Diri Sebelum Berdampak Negatif

Jika kamu memiliki minimal 3 tanda di atas, berarti kamu sudah tergolong kidult. Oleh sebab itu, sebaiknya mulai memperbaiki diri sebelum efek-efek negatif kidult berikut ini terjadi pada kamu.

  • Menurut A O Scott, penulis The Death of Adulthood on American Culture, mereka yang tergolong kidult biasanya memang menolak dewasa. Efeknya, para kidult menjadi golongan yang egois dan sulit berbaur dalam kehidupan sosial pada umumnya. Mereka cenderung menentang berbagai aturan dan tanggung jawab yang mengikat.
  • Dari segi finansial, para kidult akan kesulitan untuk mandiri. Mereka cenderung berpikir bahwa selamanya bisa bergantung pada orang tua atau orang-orang terdekat. Jadi, sebagian besar pun bersikap konsumtif. Jika berlanjut dalam jangka waktu lama, kidult tidak akan siap ketika para penyokong finansial tiba-tiba tidak ada.
  • Stagnan alias tidak akan berkembang dalam hal karier. Selain karena sulit menerima tanggung jawab dan tantangan, para kidult juga sulit fokus pada satu jenis karier. Meski sudah memiliki satu pekerjaan tetap, kidult tetap berusaha menjalani profesi lain. Karena, kidult biasanya berpikir bahwa mereka masih dalam tahap mencari jati diri, menikmati masa muda dan bebas menjadi apa pun. Tapi, kemudian mengesampingkan komitmen dan bertanggung jawab.
Baca Nanti  Merasa Putus Asa? Kehilangan Semangat? Yuk, Kunjungi 5 Situs Ini!

LoadingSUDAH MENCOBA