Mengulik Alasan “Mahmud Abas” Ingin Punya Anak Lagi

LoadingSUDAH MENCOBA

Istilah ‘Mahmud Abas’ mungkin sudah sering Anda dengar ketika bercengkrama dengan rekan-rekan seumuran. Ya, Mahmud Abas yang dimaksud bukanlah Presiden Palestina, melainkan singkatan dari “Mamah Muda Anak Baru Satu”. Sesuai kepanjangannya, istilah ini merujuk ke ibu-ibu muda usia 25-35 tahun yang baru punya anak satu.

Menjadi ibu pada dasarnya memang tidak mudah. Mengurus setiap kebutuhan anak, dan tentunya sang suami, tentu menguras tenaga. Apalagi mereka bisa dibilang masih belum berpengalaman menjadi seorang ibu. Belum lagi dengan kenyataan bahwa usia mereka masih muda, masih boleh-lah bersenang-senang sebelum tua. Namun menariknya, banyak Mahmud Abas yang ingin memiliki anak lagi meskipun sering kali sibuk mengasuh anak pertama mereka.

Saya pun tergerak untuk mendalami fenomena ini dengan bertanya langsung kepada 4 Mahmud Abas, meskipun salah satu mamah muda tersebut sudah punya dua anak. Mereka adalah Fanny, Fita, Wuri dan Lana. Keempatnya memiliki rentang usia yang tergolong masih muda, antara 25-35 tahun.

Jarak usia

Ketika ditanya apakah mereka ingin punya anak lagi, keempatnya kompak menjawab ingin merencanakan hal tersebut, meski masing-masing punya perbedaan pendapat mengenai jarak antara anak pertama dan anak kedua. Wuri adalah mamah yang paling lama merencanakan anak kedua.

“Ada rencana untuk nambah (anak) 4-5 tahun lagi,” tukasnya. Bila terlalu dekat, Wuri mengaku bahwa dirinya dan suami tentu kesulitan mengasuh kedua anak. Selain itu, menurutnya jarak yang terlalu dekat tentu berpengaruh terhadap faktor ekonomi keluarganya.

“Supaya ada jeda juga, (agar) tidak terlalu dekat. Biar anak puas dapat kasih sayang tak terbagi,” tambahnya.

Fanny adalah yang paling ‘ngebet’ ingin punya anak lagi. Rencananya, setelah anak sulungnya lulus ASI di usia 2 tahun, ia dan suami akan merencanakan punya anak lagi. Baginya, lebih baik punya anak kecil di usia muda agar tidak mudah lelah ketika mengasuh keduanya.

“Penginnya sih, di usia 30 tahun sudah punya dua anak. Biar bisa fokus ngurus anak. Nanti kalau anak sudah pada gede, baru ngurusin kerjaan entah itu buka usaha atau apalah,” jelas Fanny.

Alasan ingin punya anak

Saat ditanya mengenai alasan mengapa ingin punya anak, masing-masing mamah muda memiliki alasan yang beragam.

Fita misalnya. Ibu muda yang saat ini sudah memiliki dua anak laki-laki ini beralasan bahwa ia ingin memiliki anak perempuan.

“Pengen biar pas 3 anak cukup”, begitu ringkasnya. Selain itu, Fita ingin agar rumah tangganya lebih ramai dengan kehadiran anak ketiga.

Menariknya, meski mengaku ingin punya anak lagi, namun Fita masih enggan membicarakannya dengan suami.

“Masih belum ACC (diterima) sama dia (suami Fita)”

Berbeda lagi dengan Lana yang memang sudah mendapatkan restu dari sang suami untuk menambah momongan setidaknya 4-5 tahun lagi. Lana ingin merasakan lagi sensasi ‘new mom’ menidurkan bayi kecil.

“Sekarang MasRoy (panggilan sayang Lana kepada anaknya, Royyan) kan sudah gede, jadi banyak tingkah”

Lana pun menjelaskan bahwa suaminya juga ingin punya anak lagi dalam jarak yang tak terlalu lama dengan alasan agar ketika pensiun nanti, anak-anaknya sudah memiliki penghasilan sendiri.

Iri dengan adik

Ketakutan terbesar mamah muda ketika memiliki anak kedua adalah perasaan iri yang mungkin saja muncul dari anak pertama. Hal ini tampak jelas dari pernyataan Fanny yang menceritakan pengalamannya ketika ngobrol dengan anak tetangga.

“Kemarin sempat ngerumpi sama anak tetangga yang usianya 10 tahun. Waktu aku tanya ‘pengen punya adik nggak?’ dia jawab nggak. Saat ditanya alasannya, dia jawab ‘nanti kalo aku punya adik, mama sama papa pasti gak peduli lagi sama aku, pasti seneng main sama adek, pasti waktunya habis buat ngurus adek’. Pasti takut dong.” cerita Fanny kepada saya.

Namun Fanny sudah mempersiapkan trik khusus agar anak sulungnya tidak mengalami hal serupa. Fanny ingin agar anak sulungnya, Arsyad, terlibat ketika mengurus adiknya.

“Misalnya waktu mandiin si adik, kakak dilibatkan juga. Baik cuma melihat atau ikut basah-basah sambil diajak ngobrol kalau kakak dulu juga begini”, jelasnya.

Fanny optimis, meskipun sulit membagi perhatian kepada setiap anaknya, bahwa seorang ibu tetap akan selalu berperilaku adil dan terbaik untuk buah hatinya.

Fita justru lebih santai menanggapi pertanyaan ini, meskipun pada dasarnya ada rasa takut yang sama. Asumsi saya, mungkin karena Fita berpengalaman mengasuh dua anak sehingga kehadiran anak ketiga tidak akan membuatnya pusing.

“Mungkin iri nggak (akan terjadi). Tapi usil satu sama lain iya. Ya rebutan mainan lah, ya ngajak bertengkar lah, gitu pokoknya. Nggak apa-apa, biar rame sekalian”.

Buruan nambah anak!

Menutup wawancara, saya pun bertanya apakah mereka punya pesan-pesan untuk mamah muda yang memang berencana punya anak kedua.

“Mumpung masih muda, apalagi yang di bawah 35 tahun, mending buruan nambah anak. Kalau sudah lebih dari itu, nanti cepat capek. Kalau ketuaan ya kasihan anaknya juga nggak dapat kasih sayang lebih.” pesan Fita pada para mahmud abas.

“Yang penting harus bahagia (dalam mengurus anak). Meskipun sulit, jadi ibu kudu bahagia. Biar nggak cepat keriput.” ungkap Fanny sambil tertawa.

 

Dari beragam pernyataan yang mereka ungkapkan, saya salut masing-masing memiliki komitmen untuk mengasuh anak sebaik-baiknya bahkan ketika nanti akan menambah anak lagi. Saya pun menarik kesimpulan, bahwa memang sudah jadi naluri seorang ibu untuk mengurus anak meskipun pada dasarnya, ya, mereka merasa kerepotan saat melakukannya. Repot pun bukan jadi alasan untuk tidak menambah anak lagi. Tapi yang jelas, tidak ada salahnya menambah anak. Yang penting semua sudah siap, baik mental maupun ekonomi.

ARTIKEL TERKAIT

Papa-Mama, Film Kartun Bahaya untuk Anak Walau Tanpa Kekerasan Film kartun banyak macamnya, dan perdebatan yang lebih banyak terjadi selama ini, adalah dampak film kartun berisi kekerasan. Tapi, tahukah kamu film ...
Si Kecil Sering Kena Biang Keringat? Coba Atasi dengan 5 Obat Alami Berikut Ini Dibanding orang dewasa, si kecil lebih rentan untuk mengalami gangguan kulit. Salah satu gangguan kulit yang sering muncul pada bayi dan balita adalah...
5 Tips Mempersiapkan Kondisi Psikologi Anak untuk Menyambut Adik Barunya Dalam menyambut kelahiran bayi kedua, ada hal yang tidak kalah penting untuk dipersiapkan, yakni kondisi psikologi anak pertama. Hal ini bermanfaat un...
5 Pelajaran tentang Parenting yang Bisa Kamu Ambil dari Ahok Siapa yang tak kenal mantan Gubernur DKI Jakarta satu ini? Nama Ahok sempat viral beberapa waktu lalu. Mantan Gubernur yang satu ini patut diacungi je...
5 Konsep Foto Unik yang Akan Membuat Bayimu Terlihat Semakin Lucu dan Menggemaskan Mungkin bisa dibilang gara-gara ada Instagram, orang tua zaman sekarang akan berusaha keras untuk menghasilkan foto bayi lucu agar bisa di-share di sa...
Box Bayi Bisa Sebabkan Sindrom Kematian Bayi Mendadak, Benarkah? Pada umumnya, bayi yang baru lahir hingga menginjak usia tertentu akan ditempatkan di dalam box bayi. Box bayi dianggap lebih aman untuk menidurkan ba...
Ayah, Lakukan Ini Saat Anak Rewel di Tempat Umum Senang rasanya bisa mengajak anak jalan-jalan saat weekend atau hari libur. Berharap dia juga akan ikut menikmatinya. Tapi, kadang-kadang di waktu-wak...
Hati-hati, 5 Film Kartun Ini Tidak Layak Ditonton oleh Anak-anak! Film kartun bisa menjadi salah satu hiburan yang tidak hanya lucu, tapi juga mendidik anak-anak. Tetapi belakangan ini, status kartun berubah menjadi ...
Anak Mengalami Kejang Demam? Jangan Panik, Berikut 5 Hal yang Harus Segera Kamu Lakukan Kejang demam adalah kondisi yang umumnya dialami oleh bayi berusia 6 bulan hingga anak-anak berusia 5 tahun. Mereka umumnya akan mengalami demam tingg...
Menyambut Kelahiran Buah Hati, Sudahkah Anda Menyiapkan Perlengkapan Bayi Baru Lahir Berikut Ini? Salah satu hal yang paling ditunggu pasangan suami istri yang baru menikah adalah kehamilan dan kelahiran sang buah hati. Mungkin banyak di antara kal...
Sebentar Lagi Mau Punya Anak Laki-laki? Kalau Masih Bingung Pilih Nama, Yuk Lihat Inspirasi Nama Ana... Mempersiapkan nama seorang anak memang terkadang menjadi momen yang cukup menegangkan sekaligus haru. Mau laki-laki atau perempuan, memilihkan nama un...
LoadingSUDAH MENCOBA