Dilema Mengerem Motor, Rem Depan atau Rem Belakang Lebih Dulu?

LoadingSUDAH MENCOBA

Di beberapa negara, contohnya Belanda, mereka yang baru belajar mengendarai sepeda motor, selalu diajari bagaimana cara mengerem. Sementara, di salah satu negara bekas jajahannya, pengendara motor dibiarkan belajar dari pengalaman. Itu, pun dengan harapan mereka benar belajar dari pengalaman, karena tidak sedikit kasus pengendara motor mengulang-ulang kesalahan mereka.

Seorang teman bersikeras, rem belakang yang lebih penting saat mengerem. Faktanya, sudah dua kali dia terjatuh dari motor, setidaknya dua kali yang saya ketahui. Jadi, harus rem depan? Tidak. Persoalannya bukan pada rem depan atau rem belakang, tapi bagaimana situasinya. Jenis motor juga sangat berpengaruh dalam melakukan pengereman.

Pengereman optimal

Di dalam kondisi normal, saat kamu ingin mengerem dengan jarak sependek mungkin, awali dengan menggunakan rem belakang. Tapi, jangan menyentak dan menekan rem belakang terlalu dalam. Kamu hanya menggunakan rem belakang, untuk memulai proses memindahkan berat ke roda depan, sehingga mengurangi kemungkinan terangkatnya roda belakang.

pengereman optimal
pengereman optimal

Dengan menggunakan rem belakang lebih dulu, akan ada berat yang cukup pada roda depan, saat kamu mulai menarik tuas rem depan. Situasi ini memungkinkan kamu menekan rem depan lebih dalam, ketimbang saat kamu mengawali pengereman dengan rem depan. Ingat, rem belakang hanya mengawali proses pengereman, jangan ada jeda terlalu lama hingga kamu menarik rem depan.

Setelah berat pindah ke depan, roda belakang hampir tidak memiliki tekanan lagi. Setelah menekan rem belakang dilanjutkan dengan rem depan, kamu bisa melepas rem belakang. Semakin kecil tekanan, akan bertambah cepat juga roda terkunci. Roda belakang yang terkunci karena salahnya pengereman, dapat mengakibatkan roda belakang tergelincir ke samping.

Situasi darurat

Gunakan rem belakang, jika kamu mau mendapatkan pengereman optimal. Tapi, di dalam situasi darurat, kamu bisa lupakan rem belakang, dan langsung mengandalkan rem depan. Dalam situasi darurat, apalagi ditambah kepanikan, sulit mendapatkan momen yang tepat untuk pengereman optimal didahului rem belakang.

penggunaan rem depan
penggunaan rem depan

Sulit menghindari menekan rem belakang terlalu dalam situasi panik, terutama untuk melepasnya pada waktu yang tepat. Saat panik, otot kamu akan tegang, dan cenderung ingin menginjak rem belakang tanpa kendali yang cukup. Jadi, cukup gunakan rem depan, dan pengguna motor dengan kopling bisa menambahnya dengan engine brake.

Roda melakukan kontak dengan jalan dalam dua cara: berputar atau  bergeser. Roda yang bergeser mengalami friksi kinektik, dan tidak memiliki kestabilan. Roda yang terkunci akan dengan mudah tergelincir ke samping. Pabrikan kemudian melengkapi dengan ABS, yang sesuai namanya berfungsi untuk mencegah roda terkunci karena pengereman.

Pengereman berbeda jika menggunakan ABS?

Beberapa orang percaya, mereka harus melakukan cara berbeda pada motor dengan ABS. Mereka langsung menekan dalam rem depan dan belakang bersamaan, membiarkan ABS yang bekerja selanjutnya. Adanya ABS memang sangat membantu, tapi bukan berarti pengetahuan dalam melakukan pengereman jadi tidak penting.

penggunaan rem belakang
penggunaan rem belakang

Pada beberapa kasus yang ekstrem, seperti dikutip dari wheels.ca, jarak pengereman dengan ABS bisa semakin panjang. Saat kamu menekan rem sedalam-dalamnya dengan mendadak, ABS akan melepasnya agar roda tidak terkunci.

Alhasil,  jarak pengereman malah semakin jauh, kasus semacam itu biasa terjadi pada jalanan yang sangat licin, bergelombang, atau menurun dengan curam. Situasi di mana tekanan pada roda belakang akan berkurang, sehingga lebih mudah terkunci saat dilakukan pengereman. Jadi, pengetahuan tentang pengeraman tetap dibutuhkan, walau motor kamu sudah dilengkapi ABS.

Pengereman di tikungan

cara mengerem motor
pengereman di tikungan

Catatan penting buat kamu, hindari mengerem saat menikung, kecuali dalam situasi sangat darurat. Kamu sebaiknya mengurangi kecepatan sebelum tikungan, melepas rem saat memasuki tikungan, dan menambah kecepatan saat akan keluar dari tikungan. Tapi, jika kamu benar-benar harus mengerem saat menikung, gunakan hanya rem depan.

 

foto: begin-motorcycling

ARTIKEL TERKAIT

Mobil-mobil Paling Mematikan yang Bebas Berkeliaran di Indonesia Seberapa mematikan mobil kamu? Mungkin kamu tidak menghabiskan banyak waktu untuk memikirkannya. Padahal, sangat penting bagi kamu untuk mengetahui be...
5 Mobil Mewah yang Kamu Incar Ini Bisa Tunjukkan Kepribadianmu Semua cowok pasti memiliki satu tipe mobil mewah yang diidamkannya. Tapi, tahukah kamu kalau tipe mobil yang disukai oleh seorang pria bisa mewakili k...
Seberapa Penting Filter AC Mobil dan Kapan Harus Menggantinya? Filter kabin atau filter AC mobil, merupakan fitur yang lazim ditemukan pada mobil-mobil model baru. Fungsinya adalah membersihkan udara yang keluar d...
Kamu Suka Mengganti Oli Sendiri? Hindari 6 Kesalahan Ini! Salah satu perawatan motor yang rutin dilakukan adalah mengganti oli. Mengganti oli memang terlihat mudah, karena itu banyak orang melakukannya sendir...
5 Hal yang Harus Kamu Perhatikan Saat Membeli Jas Hujan Terbaik Agar Bisa Awet Di musim penghujan, kepemilikan akan jas hujan sifatnya wajib. Apalagi untuk kamu yang setiap hari bekerja dengan mengendarai sepeda atau sepeda motor...
Ingin Modifikasi Motor Matic Agar Enak Dipakai Touring? Berikut 5 Tipsnya! Touring pada umumnya dilakukan oleh komunitas atau klub motor ber-cc besar atau sering disebut dengan moge. Tapi kini tidak hanya pemilik moge yang bi...
Kamu Masih Suka Memanaskan Mesin? Bikin Cepat Rusak, Lho! Kamu mungkin pernah mendengar nasihat, agar selalu memanaskan mesin mobil atau motor, sebelum memulai perjalanan. Catat ini, yang masih suka memberika...
Motor Roda Tiga, Alternatif Transportasi Pribadi dengan Spesifikasi Unik Awal tahun lalu, warganet dikejutkan dengan keberadaan motor beroda tiga yang terlihat sedang berada di jalan raya. Keberadaannya mendapatkan beragam ...
Hai, Pengendara Motor! Sudahkah Kamu Mematuhi 5 Poin Penting Safety Riding Ini? Menggunakan kendaraan bermotor memang harus berhati-hati, karena satu kesalahan bisa berakibat fatal baik bagi pengguna motor tersebut maupun pengguna...
GESITS, Motor Listrik Asli Indonesia Buatan Mahasiswa ITS Prestasi yang ditunjukkan oleh anak bangsa memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Para generasi muda di tanah air selalu mampu memberikan inovasi-i...
Beli Motor di Dealer Resmi, Kamu Sebenarnya Untung Besar Ada yang beranggapan bahwa beli motor lewat perantara dan penjual non-resmi lebih menguntungkan. Selain dijanjikan prosesnya lebih mudah, DP kecil, at...
10 Motor Vintage Termahal di Dunia Motor-motor klasik yang akan kamu lihat dalam artikel, ini mungkin hanya bisa jadi mimpi kamu. Sulit memperolehnya karena harga yang mahal dan sangat ...
Sering Parkir dengan Standar Samping? Ini Kerugiannya pada Ban Motormu Jika diminta memilih, kebanyakan pengendara motor pasti memilih memarkir motornya dengan standar samping. Tentu saja alasannya karena standar samping ...
Oh, Jadi Ini Alasan Kenapa Pameran Otomotif Sering Pakai Gadis Seksi Kalau berbicara tentang pameran otomotif, rasanya istilah “gadis seksi” atau “SPG cantik” langsung muncul di kepalamu ya? Ternyata, alasannya adalah s...
Vespa Bazooka, Skuter Peninggalan Perang Dunia II yang Paling Berbahaya Sepanjang Sejarah Vespa bukan cuma skuter, tetapi gaya hidup. Setidaknya prinsip ini yang dipegang oleh banyak penggemar skuter asal Italia ini. Tak heran bila saat ini...
Perusahaan Jerman Sukses dengan Mobil Terbang Bertenaga Listrik Mobil terbang tampaknya akan menjadi kenyataan, dalam waktu lebih cepat dari yang kita bayangkan. Banyak prototype sudah dipamerkan, dan banyak uang t...
Jenis Motor yang Kamu Pilih Ternyata Menunjukkan Kepribadian Diri Lho! Sepeda motor mungkin jadi salah satu moda transportasi utama yang menunjang segala aktivitas. Mungkin pula kamu salah satu orang yang menggunakan sara...
5 Pesawat Tempur yang Dimiliki Indonesia, Mana yang Paling Hebat? Tahukah kamu bahwa TNI AU memiliki kekuatan yang diperhitungkan di Asia Tenggara? Hal ini tidak terlepas dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan k...
Fakta Membuktikan, Cuci Motor Sendiri Habiskan 111% Ongkos Di Motor Wash! Di musim hujan seperti saat ini, pengguna motor sering kali disibukkan dengan kegiatan cuci motor. Melintasi lubang jalanan yang dipenuhi kubangan air...
Jangan Latah Ikutan Isi Bensin Pakai Pertamax Turbo, Cek Dulu Ketentuannya Pertamax Turbo adalah bahan bakar yang digadang-gadang sebagai bahan bakar mewah yang ekslusif. Dengan harga yang di atas premium, tentunya bahan baka...
Yuk, Kenalan dengan 3 ‘Nenek Moyang’ Motor Bebek Kamu pernah mengendarai motor bebek? Mungkin kebanyakan orang sudah sangat familiar dengan model motor bebek seperti sekarang ini. Tapi tahukah kamu b...
5 Mobil Keren dengan Harga di Bawah Rp 200 Juta Keluaran 2016-2017 Budget di bawah 200 juta tapi ingin dapat mobil keren? Bisa! Lima mobil di bawah ini berharga di bawah 200 juta rupiah dan merupakan beberapa mobil ke...
Jangan Malas Bayar Pajak Motor, Manfaatnya Kembali ke Kamu Juga Kok! Berbicara tentang pajak, rasanya banyak pertanyaan yang bergulir di sekitar untuk apa kita bayar pajak dan ke mana larinya uang yang kita bayarkan? Ap...
Motor Roda Tiga Ber-AC Dijual Rp 11 Jutaan, Tertarik? Ingin mengganti kendaraan bermotor? Coba cek dulu motor dengan spesifikasi baru ini. Sepeda motor dengan tiga roda dan atap serta setir seperti bajaj ...
Sekarang Kamu Bisa Bayar Pajak Motor Online, Tak Ada Lagi Alasan Tak Bayar Pajak Di zaman modern ini, bayar pajak motor online bukanlah hal yang baru dan terdengar asing. Ternyata, Indonesia pun sudah memiliki sistem tersebut, lho!...
LoadingSUDAH MENCOBA