Senjata Konyol Ini Efektif Kalahkan Gajah Perang Di Peperangan Zaman Romawi Kuno

on
LoadingSUDAH MENCOBA

Pada masa perang abad kuno dulu, manusia memang sudah sering menggunakan bantuan hewan-hewan yang dijinakkan untuk mengalahkan musuh mereka. Banyak hewan, mulai dari kuda, anjing hingga badak digunakan sebagai penunjang mobilitas perang hingga pasukan perang tak terkalahkan. Salah satu yang paling kuat dan efektif adalah gajah perang.

Gajah perang dilatih agar dapat bertempur. Ukurannya yang besar tentu membuat pasukan musuh merasa takut diinjak. Semakin berbahaya lagi ketika gajah dilatih agar dapat dikendalikan untuk menyerang pasukan musuh. Gajah pun tak terelakkan jadi maskot untuk mengangkat semangat bertempur para pasukan.

Namun siapa sangka, ternyata pasukan gajah perang kalah melawan senjata yang tergolong konyol: babi perang. Kamu mungkin tak pernah membayangkan bahwa babi bisa jadi senjata perang yang efektif kala melawan ratusan pasukan gajah. Tapi yang terjadi justru demikian.

Ide menjadikan babi sebagai senjata perang diperkirakan sudah ada sejak 240 tahun sebelum masehi. Tercatat, orang-orang Romawi Kuno menggunakan babi sebagai senjata perang, khususnya sebagai senjata ampuh melawan pasukan gajah perang.

Keunggulan yang menjadikan babi sebagai senjata perang paling berguna adalah kemampuan mereka untuk menakuti para gajah. Konsepnya, cukup mengerikan, yakni dengan melumuri tubuh mereka dengan ter (sejenis minyak aspal yang mudah terbakar) atau bahan-bahan mudah terbakar lainnya. Ketika babi sudah cukup dekat dengan target, pasukan akan membakarnya dan seketika itu babi akan berlari liar menuju ke pasukan gajah.

Menurut Pliny sang Tetua, filsuf terkenal di zaman romawi kuno, gajah perang sangat takut dengan lengkingan suara babi. Hal ini didukung oleh pernyataan Aelian yang mengatakan bahwa di tahun 275 sebelum masehi, orang romawi kuno memanfaatkan lengkingan babi sebagai lawan seimbang saat berhadapan dengan pasukan gajah perang Pyrrhus. Tujuannya tidak lain agar babi berlari tak terkendali ke barisan pasukan lawan dan mengacaukan suasana.

Antigonus II Gonatas

Menariknya, senjata babi api ini tidak hanya digunakan sebagai senjata militer oleh orang romawi kuno saja. Dua pencatat perang kenamaan zaman itu, Polyaenus dan Aelian melaporkan bahwa saat Antigonus II Gonatas mengepung Megara di tahun 266 SM, Megarian melepaskan sejumlah babi bermandikan minyak mentah, membakarnya serta mengarahkannya ke arah pasukan gajah perang musuh. Gajah yang panik karena api serta lengkingan babi akan bergerak liar dan menginjak-injak pasukan lawan hingga mati. Hal ini efektif membunuh sejumlah pasukan musuh.

Koshrau I

Penggunaan babi saat perang terakhir terjadi pada Perang Justinian, sebagaimana yang tercatat pada catatan sejarawan terkenal, Procopius. Saat Khosrau I, raja Persia, mengepung kota mesopotamia, Edessa, pada tahun 544 masehi, salah satu pasukan gajah perang hampir menang telak dan menerobos pertahanan kota. Namun, hal tersebut berakhir berkat lengkingan babi. Kala itu, orang-orang Romawi menggantung seekor babi di atas menara dan membiarkannya melengking liar. Para gajah perang yang mendengar lengkingan tersebut perlahan mundur ketakutan.

Gajah perang, sekalipun sudah dilatih sebaik apapun, tidak akan menurut ketika merasa takut. Lengkingan babi dianggapnya sebagai sesuatu hal yang mengancam.

Strategi babi ini pun perlahan punah berkat pelatihan khusus kepada para gajah. Anak-anak gajah dilatih di dekat babi-babi kecil sehingga mereka tidak akan takut dengan babi di masa yang akan datang. Perlahan namun pasti, strategi babi dikalahkan dengan trik ini dan gajah perang kembali berjaya.

ARTIKEL TERKAIT

6 Pakaian Pria Bekas Produk Militer yang Pasti Ada di Lemari Kamu Bagi banyak orang, dan mungkin juga kamu, perang tak memberikan dampak apapun terhadap kehidupan. Istilahnya, kalah jadi arang menang jadi abu. Namun ...
Seleb Legendaris Ini Ternyata Pernah Diinvestigasi oleh FBI Dunia hiburan sebenarnya selalu menjadi target FBI sejak lama. Banyak aktor maupun musisi yang diduga terlibat oleh berbagai jenis kejahatan. Mulai da...
Inilah Negara-negara yang Hancur karena Isu SARA Sudah cek jumlah pertemanan kamu hari ini? Belakangan banyak sekali bertebaran status kebencian di media sosial, perdebatan panas di antara teman-tema...
Istimewa! Ksatria Samurai Wanita Benar-Benar Ada dan Nyata di Era Jepang Kuno! Berbicara soal samurai, mungkin kamu membayangkan sosok pria Jepang yang lengkap dengan perlengkapan perang serta pedang katana di pinggang. Memang, s...
Foto 6 Restoran Cepat Saji Paling Populer di Dunia Saat Pertama Kali Buka Keberadaan restoran cepat saji saat ini memang luar biasa meningkat. Meskipun banyak yang mengatakan bahwa makanan mereka dipandang kurang sehat, namu...
65 Tahun Lalu, Ilmuwan Roket Asal Jerman Prediksi Nama “Elon” Bakal Berhubungan dengan K... Pebisnis sekaligus insinyur milyuner kelahiran Afrika Selatan, Elon Musk, adalah salah satu penemu terdepan di bidang penjeajahan angkasa luar. Di baw...
5 Benda Terkutuk yang Tak Boleh Sembarangan Dimiliki Orang Di dunia ini banyak hal-hal yang masih menjadi misteri. Percaya atau tidak, ada beberapa benda-benda di dunia yang dari luar tampak eksotis dan menari...
Perang Bubat, Tragedi yang Sebabkan Batalnya Pernikahan Hayam Wuruk dan Dyah Pitaloka Kamu tahu yang namanya Perang Bubat? Itu, lho, perang yang dipercaya oleh masyarakat Indonesia sebagai perang yang membuat adanya larangan bagi masyar...
Nobar Ledakan Bom Hingga Piknik di Medan Perang, Ini Hobi Aneh di Abad 19! Kalau jaman sekarang, banyak anak muda mempunyai hobi nonton bioskop atau piknik di kebun dan taman, berbeda dengan para remaja di abad 19. Mereka mem...
Horo, Jubah ‘Ajaib’ yang Selamatkan Ksatria Samurai dari Serangan Panah Lawan Baju perang pasukan Jepang kuno memang sangat mencolok saat perang. Helm dengan ornamen khusus, lencana suku, hingga perlengkapan unik lainnya dikenak...
Mujair, Ikan Temuan Tukang Sate Kambing Saat Ritual 1 Suro Mendengar namanya, tentu kamu sudah terbayang bagaimana gurihnya rasa ikan yang satu ini. Tilapia mossambica atau yang lebih dikenal dengan nama mujai...
4 Fakta Ini Buktikan Bahwa Majapahit Tak Pernah Kuasai Nusantara Jika ditantang untuk menyebutkan dua kerajaan dengan wilayah terbesar di Indonesia, pasti kebanyakan orang menyebutkan Sriwijaya dan Majapahit. Namun ...
6 Fakta Tragis Tentang Laika, Anjing Pertama yang Pergi Ke Luar Angkasa Manusia bukanlah makhluk pertama yang menjelajahi luar angkasa. Bukan juga simpanse yang sering jadi obyek film ilmiah. Adalah Laika, seekor anjing ja...
Vespa Bazooka, Skuter Peninggalan Perang Dunia II yang Paling Berbahaya Sepanjang Sejarah Vespa bukan cuma skuter, tetapi gaya hidup. Setidaknya prinsip ini yang dipegang oleh banyak penggemar skuter asal Italia ini. Tak heran bila saat ini...
Jadi Begini Asal Mula Ringtone Nokia yang Legendaris Keberadaan gadget saat ini tak hanya berfungsi sebagai alat berkomunikasi saja, melainkan juga simbol kegemaran serta kemajuan teknologi. Tak heran bi...
Perang Terpendek Sepanjang Sejarah, Hanya 40 Menit Tapi Memakan 500 Korban Umumnya, perang bisa berlangsung lama hingga bertahun-tahun. Bahkan ada juga yang memakan waktu puluhan hingga ratusan tahun. Namun, berbeda dengan pe...
LoadingSUDAH MENCOBA