Tahukah Kamu Bahwa AS Hampir Hancurkan Bulan dengan Nuklir?

on
LoadingSUDAH MENCOBA

Sudah jadi pengetahuan umum, bahwa Amerika Serikat selalu tak mau kalah bersaing dari Uni Soviet (kini Rusia). Nah, salah satu dampak dari persaingan kedua negara, ternyata hampir membuat kita kehilangan Bulan. Serius, AS pernah merancang Project A119 untuk menghancurkan bulan dengan nuklir, karena tidak mau dikalahkan Soviet dalam misi perjalanan ke Bulan.

Uni Soviet yang akhirnya sukses pertama kali mencapai bulan, dengan Luna 2 pada September 1959. Figur utama dibalik misi adalah Sergei Korolev, insinyur aeronautika brilian yang sukses mengembangkan roket R-7, yang bertenaga sangat masif pada 1950an. Begitu cerdasnya Korolev, sampai para stafnya menganggap dia manusia setengah dewa.

Roket yang dikembangkan Korolev, mampu mengantarkan Sputnik 1 menjadi satelit pertama yang pernah diluncurkan, dan menjadi sensasi pada 1957. Kesuksesan disusul dengan Sputnik 2, yang membawa mahluk hidup pertama ke luar angkasa, yaitu seekor anjing bernama Laika untuk menguji sistem penunjang kehidupan dalam misi ruang angkasa.

Sukses Luna 2

Januari 1959 pesawat antariksa pertama, Luna 1 yang disebut Mechta oleh Korolev atau berarti mimpi, diluncurkan ke Bulan. Misi gagal dilakukan, dan dilanjutkan pada 12 September 1959 dengan Luna 2. Misi tidak berjalan sempurna, karena pada 14 September Luna 2 jatuh 240.000 mil jauhnya dari lokasi tujuan. Namun, Korolev dan timnya bersorak karena setidaknya mencapai Bulan.

Kemajuan Soviet membuat AS sangat khawatir. Apalagi, negara komunis itu sudah mempersiapkan pengiriman manusia ke antariksa. Soviet sukses mengirim manusia pertama ke antariksa, Yuri Gagarin pada 1961, dan wanita pertama Valentina Tereshkova pada 1963.  Terkuak kemudian, bahwa AS ternyata sudah merancang rencana gila menghancurkan Bulan.

Dilansir dari Today I Found Out, AS membuat proyek dengan label Studi Penerbangan Penelitian Bulan atau Project A119. Alih-alih untuk misi perjalanan ke bulan, proyek yang dikembangkan Angkatan Udara AS pada 1958, itu justru berupa rencana menghancurkan Bulan. Alasannya sederhana, hanya karena mereka bisa.

Kematian Korolev

AS sudah memiliki teknologi bom atom, yang mereka gunakan untuk memaksa Jepang menyerah dalam Perang Dunia II. Jadi, ketimbang kalah dalam persaingan roket untuk mencapai Bulan, mereka berpikir mengapa tidak menunjukkan kedigdayaan dengan rudal nuklir. Kalau Bulan saja bisa hancur, apalagi cuma Soviet?

Menurut kesaksian salah satu pemimpin Project A119, Leonard Reiffel, menembak Bulan dengan rudal balistik relatif mudah dicapai. Termasuk dalam urusan akurasi, agar ledakan bisa jelas terlihat dari Bumi. Pada akhirnya, proyek gila tersebut tidak dijalankan. Tidak diketahui pasti, apakah ada kaitannya dengan kematian Korolev.

Korolev meninggal pada 1966 di usia 59 tahun, yang menurut keterangan resmi karena kesalahan di meja operasi. Di tahun yang sama, Soviet berhasil mendarat sempurna di Bulan dengan Luna 9. Tapi, kehilangan Korolev sangat berdampak, membuat lambatnya perkembangan penelitian roket Soviet. Pada akhirnya, AS yang mengklaim memenangkan lomba pengiriman manusia ke Bulan.

Orang lupa, kita semua adalah warga Bumi

Neil Amstrong diklaim sebagai manusia pertama, yang berjalan di bulan pada 1969. Muncul teori konspirasi, yang meragukan misi Apolo 11. Terlepas dari palsu atau tidaknya misi pendaratan Bulan oleh AS, yang patut dihargai adalah komentar Alexei Leonov. Kosmonot Soviet itu mengingatkan, bahwa sisi lain dari persaingan adalah bersatunya umat manusia.

“Semua orang lupa, bahwa kita semua adalah rakyat dari negara-negara berbeda di Bumi. Momen itu (Amstrong berjalan di Bulan) sungguh mempersatukan semua ras manusia,” ujar Leonov. Pada akhirnya, kemajuan apa pun harus dimanfaatkan bagi kepentingan semua manusia di Bumi.

foto: astrophy.com

ARTIKEL TERKAIT

Mujair, Ikan Temuan Tukang Sate Kambing Saat Ritual 1 Suro Mendengar namanya, tentu kamu sudah terbayang bagaimana gurihnya rasa ikan yang satu ini. Tilapia mossambica atau yang lebih dikenal dengan nama mujai...
3 Model Operasi Mengerikan CIA untuk Menghancurkan Negara Lain Sejak lama Amerika Serikat terkenal paranoia, selalu berusaha mendominasi dunia melalui berbagai kegiatan intelijen mereka. Badan intelijen AS, CIA di...
Nobar Ledakan Bom Hingga Piknik di Medan Perang, Ini Hobi Aneh di Abad 19! Kalau jaman sekarang, banyak anak muda mempunyai hobi nonton bioskop atau piknik di kebun dan taman, berbeda dengan para remaja di abad 19. Mereka mem...
5 Seni Bertarung Paling Mematikan di Dunia Ada banyak seni bertarung yang pernah dibuat di dunia. Namun, yang paling banyak dikembangkan hingga saat ini, adalah dalam bentuk seni bela diri. Tuj...
5 Benda Terkutuk yang Tak Boleh Sembarangan Dimiliki Orang Di dunia ini banyak hal-hal yang masih menjadi misteri. Percaya atau tidak, ada beberapa benda-benda di dunia yang dari luar tampak eksotis dan menari...
Vespa Bazooka, Skuter Peninggalan Perang Dunia II yang Paling Berbahaya Sepanjang Sejarah Vespa bukan cuma skuter, tetapi gaya hidup. Setidaknya prinsip ini yang dipegang oleh banyak penggemar skuter asal Italia ini. Tak heran bila saat ini...
5 Tragedi Kecelakaan Pesawat Terburuk di Indonesia, Semoga Tak Akan Terulang! Pesawat dinobatkan sebagai salah satu alat transportasi paling aman di dunia. National Highway Traffic Safety Administration menerangkan bahwa di Amer...
Inilah Negara-negara yang Hancur karena Isu SARA Sudah cek jumlah pertemanan kamu hari ini? Belakangan banyak sekali bertebaran status kebencian di media sosial, perdebatan panas di antara teman-tema...
LoadingSUDAH MENCOBA