Horo, Jubah ‘Ajaib’ yang Selamatkan Ksatria Samurai dari Serangan Panah Lawan

on
LoadingSUDAH MENCOBA

Baju perang pasukan Jepang kuno memang sangat mencolok saat perang. Helm dengan ornamen khusus, lencana suku, hingga perlengkapan unik lainnya dikenakan saat perang sangat populer di kalangan bushi (pejuang elit bayaran yang bekerja di bawah perintah Kaisar atau Shogun) dan samurai (pejuang yang bersumpah setia kepada Shogun). Kedua jenis pejuang tersebut pada dasarnya tidak memiliki perbedaan yang berarti, kecuali kasta sosial masing-masing. Samurai memiliki kasta sosial yang paling tinggi dan bushi berada tepat di bawahnya. Meksi begitu, bushi tetap saja dipandang sebagai kalangan terhormat.

Salah satu perlengkapan tambahan pada baju perang pasukan perang kuno Jepang adalah horo. Perlengkapan ini digunakan oleh bushi berkuda di awal era Kamakura periode 1185-1333. Horo merupakan pakaian mirip jubah yang umumnya dipasang di belakang helm serta di pinggang. Alat ini akan memerangkap angin saat kuda berlari dan menggelembung seperti balon untuk menciptakan jarak antara pakaian dan punggung sang pengguna.

Horo umumnya memiliki panjang sekitar 2 meter dan terbuat dari beberapa lapis kain sutera, dianyam menjadi satu dan menghiasi leher sang pejuang. Kain sutera ini sangat kuat untuk memantulkan anak panah sehingga melindungi pejuang dari luka-luka. Bila jubah tersebut tertembus, horo bocor dan tidak dapat menggelembung sehingga pejuang jadi rentan serangan panah. Seiring berjalannya waktu, para pejuang memperkuat horo dengan mengisi bagian gelembung menggunakan kain ringan.

Di masa Perang Onin, 1467-1477, Hatakeyama Kayama Masanaga menemukan solusi terbaik untuk masalah kebocoran horo. Masanaka menggunakan rangka khusus terbuat dari rusuk ikan paus yang diberi nama oikago. Rangka ini akan menjaga horo agar tetap mengembang. Tak jarang pula bushi dan samurai yang memperluas horo sehingga mampu menutup kepala kuda yang ditunggangi.

Sekilas memang nampak lucu ketika melihat bushi atau samurai menggunakan horo di punggungnya, mirip seperti orang yang menggendong sebuah labu besar di belakang tubuhnya. Namun tetap saja, hal ini efektif untuk menghalau serangan anak panah yang punya jangkauan lebih jauh dan membahayakan.

Horo juga kerap kali dikonotasikan dengan hal mistis. Banyak yang percaya bahwa horo dapat menghalau roh jahat mengganggu misi seorang bushi atau samurai. Ini juga yang menjadi alasan mengapa banyak bushi dan samurai yang menggunakan perlengkapan ini di belakang punggungnya.

Yang menarik, seperti yang ditulis di buku harian sastrawan Jepang kuno, Hosokawa Yusai, bila bushi atau samurai dikalahkan dalam perang, maka sang pemenang bertanggung jawab untuk menggunakan horo samurai tersebut untuk membungkus kepala si kalah yang telah terpenggal.

Ketika sang pejuang tak bisa lagi bertempur dan tahu bahwa dia akan mati di medan perang, maka dia akan memotong tali helm dan mengikat tali horo ke helmnya. Hal ini menunjukkan bahwa sang pejuang sudah tak lagi bisa bertarung dan menyerah.

Meski sangat efektif menghalau anak panah, penggunaan horo semakin lama semakin berkurang. Apalagi ketika ditemukan mesiu, horo jadi tak lagi berfungsi untuk menghalau anak panah. Bila kamu ingin melihat horo saat ini, di patung-patung dan museum alat ini masih banyak dipajang.

ARTIKEL TERKAIT

6 Fakta Tragis Tentang Laika, Anjing Pertama yang Pergi Ke Luar Angkasa Manusia bukanlah makhluk pertama yang menjelajahi luar angkasa. Bukan juga simpanse yang sering jadi obyek film ilmiah. Adalah Laika, seekor anjing ja...
6 Pakaian Pria Bekas Produk Militer yang Pasti Ada di Lemari Kamu Bagi banyak orang, dan mungkin juga kamu, perang tak memberikan dampak apapun terhadap kehidupan. Istilahnya, kalah jadi arang menang jadi abu. Namun ...
65 Tahun Lalu, Ilmuwan Roket Asal Jerman Prediksi Nama “Elon” Bakal Berhubungan dengan K... Pebisnis sekaligus insinyur milyuner kelahiran Afrika Selatan, Elon Musk, adalah salah satu penemu terdepan di bidang penjeajahan angkasa luar. Di baw...
Jadi Begini Asal Mula Ringtone Nokia yang Legendaris Keberadaan gadget saat ini tak hanya berfungsi sebagai alat berkomunikasi saja, melainkan juga simbol kegemaran serta kemajuan teknologi. Tak heran bi...
4 Fakta Ini Buktikan Bahwa Majapahit Tak Pernah Kuasai Nusantara Jika ditantang untuk menyebutkan dua kerajaan dengan wilayah terbesar di Indonesia, pasti kebanyakan orang menyebutkan Sriwijaya dan Majapahit. Namun ...
Vespa Bazooka, Skuter Peninggalan Perang Dunia II yang Paling Berbahaya Sepanjang Sejarah Vespa bukan cuma skuter, tetapi gaya hidup. Setidaknya prinsip ini yang dipegang oleh banyak penggemar skuter asal Italia ini. Tak heran bila saat ini...
Foto 6 Restoran Cepat Saji Paling Populer di Dunia Saat Pertama Kali Buka Keberadaan restoran cepat saji saat ini memang luar biasa meningkat. Meskipun banyak yang mengatakan bahwa makanan mereka dipandang kurang sehat, namu...
Inilah Negara-negara yang Hancur karena Isu SARA Sudah cek jumlah pertemanan kamu hari ini? Belakangan banyak sekali bertebaran status kebencian di media sosial, perdebatan panas di antara teman-tema...
Mujair, Ikan Temuan Tukang Sate Kambing Saat Ritual 1 Suro Mendengar namanya, tentu kamu sudah terbayang bagaimana gurihnya rasa ikan yang satu ini. Tilapia mossambica atau yang lebih dikenal dengan nama mujai...
Senjata Konyol Ini Efektif Kalahkan Gajah Perang Di Peperangan Zaman Romawi Kuno Pada masa perang abad kuno dulu, manusia memang sudah sering menggunakan bantuan hewan-hewan yang dijinakkan untuk mengalahkan musuh mereka. Banyak he...
Istimewa! Ksatria Samurai Wanita Benar-Benar Ada dan Nyata di Era Jepang Kuno! Berbicara soal samurai, mungkin kamu membayangkan sosok pria Jepang yang lengkap dengan perlengkapan perang serta pedang katana di pinggang. Memang, s...
Seleb Legendaris Ini Ternyata Pernah Diinvestigasi oleh FBI Dunia hiburan sebenarnya selalu menjadi target FBI sejak lama. Banyak aktor maupun musisi yang diduga terlibat oleh berbagai jenis kejahatan. Mulai da...
Pedang Samurai Khas Jepang Ini Indah Namun Mematikan! Jepang tidak hanya terkenal karena masyarakatnya yang teguh terhadap tradisi dan budayanya, tetapi juga karena senjata tradisional mereka yang sudah m...
Perang Terpendek Sepanjang Sejarah, Hanya 40 Menit Tapi Memakan 500 Korban Umumnya, perang bisa berlangsung lama hingga bertahun-tahun. Bahkan ada juga yang memakan waktu puluhan hingga ratusan tahun. Namun, berbeda dengan pe...
Perang Bubat, Tragedi yang Sebabkan Batalnya Pernikahan Hayam Wuruk dan Dyah Pitaloka Kamu tahu yang namanya Perang Bubat? Itu, lho, perang yang dipercaya oleh masyarakat Indonesia sebagai perang yang membuat adanya larangan bagi masyar...
5 Fakta Mencengangkan Tentang Serangan Kamikaze, Pasukan Bunuh Diri Jepang di Masa Perang Dunia II Di masa Perang Dunia II, Pasukan Militer Jepang memiliki taktik perang andalan yang paling ditakuti, Kamikaze. Serangan ini merupakan serangan bunuh d...
LoadingSUDAH MENCOBA