OMG! Berjasa Berantas Ransomware, Si Kribo Ini Malah Dihukum Gurunya

LoadingSUDAH MENCOBA

Di tengah kehebohan dunia atas serangan ransomware, Marcus Hutchins muncul sebagai penyelamat. Dia mencegah lebih dari 100.000 komputer di seluruh dunia terinfeksi ransomware. Namun, alih-alih dinobatkan sebagai pahlawan, Hutchins ternyata malah pernah kena hukuman, karena tuduhan serampangan dari gurunya.

Dalam kasus yang terjadi beberapa tahun lalu, Hutchins tidak hanya terkena hukuman suspensi. Dia pun dianggap gagal memperoleh ijazah akademis atau GSCE di bidang Teknologi Informasi dari Ilfracome Academy di Devon, Inggris. Pemuda berambut kribo, itu pun divonis bersalah karena tuduhan meretas jaringan komputer di sekolahnya.

Dilansir dari MailOnline, Selasa 16 Mei 2017, Hutchins menjelaskan bahwa server sekolahnya mendapat serangan, yang membuat jaringan mati. “Saya sedang online pada saat itu dan melihat jaringan melambat,” kata Hutchins yang berusia 22 tahun, menceritakan mengalamannya saat masih  menjalani pendidikan SMA.

Peretas dari luar membobol kendali internet, dan pihak sekolah menuding Hutchins karena dia sedang online di jaringan sekolah. “Saya disuspensi untuk sesuatu yang tidak saya lakukan,” katanya. Hutchins dilarang datang ke sekolah selama seminggu, pada awal musim panas 2010. Tujuh tahun berlalu, dan akhir pekan lalu nama Hutchins tiba-tiba jadi populer.

Khawatir upaya balas dendam

Hutchins yang kini menjadi pakar keamanan komputer dengan nama online Malware Tech, sukses menghentikan penyebaran ransomware, yang menyerang ratusan ribu komputer di seluruh dunia. Dia menghabiskan 72 jam terakhirnya memerangi virus, dan kini jumlah pengikutnya di Twitter sudah mencapai puluhan ribu dan masih terus bertambah.

Hutchins yang pernah dihukum untuk perbuatan yang tak dilakukannya, itu kini direkrut untuk bekerja pada National Cyber Security Center, sejak awal pekan ini. Tugasnya adalah mencegah program-program mencurigakan. Tapi, mengatakan tak berencana meninggalkan pekerjaan sebelumnya di Kryptos Logic.

Kekhawatiran utama Hutchins sekarang, adalah upaya balas dendam dari para peretas, setelah namanya terungkap di internet. “Di masa depan, seseorang mungkin ingin membalas dendam. Mereka bisa menemukan identitas saya hanya dalam hitungan detik. Jika mereka tahu di mana saya tinggal, mereka bisa melakukan apa pun yang jahat,” ucap Hutchins.

Dia menceritakan, seorang blogger keamanan internet pernah mendapat masalah, karena menghentikan aksi kejahatan para peretas. Bukan hanya mendapat ancaman pembunuhan, rumahnya juga dikirimi paket heroin agar mendapat masalah dengan penegak hukum. Menurut Hutchins, serangan ransomeware belum akan berhenti.

Dia memprediksi, serangan selanjutnya akan lebih brutal dengan gaya zombi. Malware yang menginfeksi sebuah komputer, nantinya tidak akan bisa benar-benar dihapus, tapi bersembunyi untuk dibangkitkan kembali suatu waktu. Serangan massal yang sangat merusak, akan lebih membuat pusing jika hal tersebut tercapai.

ARTIKEL TERKAIT

Mirip WannaCry, Ransomware Petya Ancam Keselamatan Data di Komputer Belum terhapus di ingatan tentang hebohnya virus ransomware WannaCry, saat ini muncul lagi serangan siber serupa yang tak kalah mengkhawatirkan. Ranso...
Siap Dirilis, Smartphone 4G Terkecil di Dunia yang Harganya Tak Sampai 800 Ribuan! Akhir-akhir ini smartphone mulai berkembang lebih baik dibandingkan 5-10 tahun yang lalu, utamanya dalam segi bentuk. Menariknya, bila dulu ponsel leb...
Dahulu Kursor Mouse Tegak Lurus, Namun Hal Ini Berubah Sejak… Bila kamu adalah orang yang sering kontak dengan komputer, bekerja misalnya, tentu kursor mouse adalah hal yang lumrah ada di setiap komputer saat ini...
Frustasi Tak Dapat Jodoh, Pria Ini Nikahi Robot Buatannya Sendiri Kata pepatah, jodoh tak lari kemana. Namun bila hati sudah menyerah untuk dapatkan jodoh, kenapa tak bikin sendiri? Mungkin ini yang ada di benak pria...
LoadingSUDAH MENCOBA