Box Bayi Bisa Sebabkan Sindrom Kematian Bayi Mendadak, Benarkah?

LoadingSUDAH MENCOBA

Pada umumnya, bayi yang baru lahir hingga menginjak usia tertentu akan ditempatkan di dalam box bayi. Box bayi dianggap lebih aman untuk menidurkan bayi dibanding menidurkannya di kasur karena memiliki pembatas di sekelilingnya. Tapi, tahukah kamu bahwa box bayi ini juga terkadang membahayakan bahkan bisa menjadi salah satu penyebab Sindrom Kematian Bayi Mendadak? Apakah hal ini benar demikian? Yuk, cari tahu lebih lanjut faktanya di sini.

Sudden Infant Death Syndrome, apakah itu?

Sudden Infant Death Syndrome (SIDS), atau Sindrom Kematian Bayi Mendadak, adalah penyebab bayi meninggal secara tiba-tiba. Biasanya, bayi yang rentan mengalami sindrom ini adalah mereka yang berusia antara satu hingga 12 bulan. Sindrom ini bisa disebabkan karena beberapa hal. Ada dugaan yang mengatakan bahwa sindrom ini diturunkan secara genetik. Selain itu, dugaan lain menyebutkan bahwa gejala ini juga bisa terjadi karena bayi menghirup partikel tertentu sehingga menyebabkannya sulit bernapas dan meninggal secara tiba-tiba.

Benarkah box bayi bisa menyebabkan SIDS?

Faktanya, box bayi tidak menyebabkan kematian bayi mendadak. Hal ini lebih disebabkan pada benda-benda apa saja yang ada di dalam box tersebut dan juga kondisi lingkungan sekitar tempat bayi ditidurkan. Untuk itu, kita harus lebih memperhatikannya.

Ruang dan tempat tidur bayi berpengaruh

Kita tahu bahwa bayi sangatlah sensitif. Organ-organ di tubuhnya masih belum berfungsi sempurna seperti orang dewasa. Kualitas udara yang ada di dalam ruangan bayi amat berpengaruh pada tidurnya. Untuk itu, pastikan ruangan tempat tidur bayi memiliki udara yang segar dan tidak pengap. Berikan ruang ventilasi yang cukup. Udara kotor seperti asap rokok maupun asap kendaraan yang masuk melalui jendela juga bisa berbahaya pada bayi. Selain itu, pilih kasur dan bantal yang tidak terlalu empuk karena dikhawatirkan bisa membuat hidungnya “tenggelam” sehingga membuatnya sulit bernapas. Pastikan kasur dan bantalnya nyaman dan tidak ada selimut, lap kotor, popok, atau benda-benda lain yang berpotensi menutup hidung bayi ketika ia bergerak saat tidur.

Begitu juga posisi tidur bayi

Selain tempat tidur, kamu juga harus memperhatikan posisi bayimu saat tidur. Sebaiknya, kamu menidurkan bayi dalam keadaan telentang dan bukan tengkurap karena kondisi tengkurap bisa saja membuat hidungnya tertutup dan sulit bernapas. Sebaliknya, posisi telentang akan memudahkan bayi merasakan “sesuatu” jika ada benda-benda yang menghalanginya. Agar ia bisa menyingkirkannya sendiri, maka jangan tutup seluruh tubuhnya dengan selimut. Jika ingin menyelimutinya, biarkan salah satu tangannya bebas. Meskipun bayi tertidur, kamu tetap tidak boleh lengah untuk mengawasinya, ya. Apalagi kalau kamu menidurkannya di box bayi.

Demi keamanan bayi, lebih baik tidurkan bayi pada permukaan kasur yang padat tapi tidak terlalu keras. Dan juga pastikan tidak ada sesuatu yang menutupi kepalanya. Sebisa mungkin hindari pemakaian selimut. Jika bayi kedinginan, balut dengan baju bayi berbahan katun. Sudah tugas kita sebagai orang tua untuk menjaga keselamatan bayi.

ARTIKEL TERKAIT

Hati-hati, 5 Film Kartun Ini Tidak Layak Ditonton oleh Anak-anak! Film kartun bisa menjadi salah satu hiburan yang tidak hanya lucu, tapi juga mendidik anak-anak. Tetapi belakangan ini, status kartun berubah menjadi ...
Menyambut Kelahiran Buah Hati, Sudahkah Anda Menyiapkan Perlengkapan Bayi Baru Lahir Berikut Ini? Salah satu hal yang paling ditunggu pasangan suami istri yang baru menikah adalah kehamilan dan kelahiran sang buah hati. Mungkin banyak di antara kal...
Sebentar Lagi Mau Punya Anak Laki-laki? Kalau Masih Bingung Pilih Nama, Yuk Lihat Inspirasi Nama Ana... Mempersiapkan nama seorang anak memang terkadang menjadi momen yang cukup menegangkan sekaligus haru. Mau laki-laki atau perempuan, memilihkan nama un...
5 Tips Mempersiapkan Kondisi Psikologi Anak untuk Menyambut Adik Barunya Dalam menyambut kelahiran bayi kedua, ada hal yang tidak kalah penting untuk dipersiapkan, yakni kondisi psikologi anak pertama. Hal ini bermanfaat un...
Anak Mengalami Kejang Demam? Jangan Panik, Berikut 5 Hal yang Harus Segera Kamu Lakukan Kejang demam adalah kondisi yang umumnya dialami oleh bayi berusia 6 bulan hingga anak-anak berusia 5 tahun. Mereka umumnya akan mengalami demam tingg...
5 Pelajaran tentang Parenting yang Bisa Kamu Ambil dari Ahok Siapa yang tak kenal mantan Gubernur DKI Jakarta satu ini? Nama Ahok sempat viral beberapa waktu lalu. Mantan Gubernur yang satu ini patut diacungi je...
Mengulik Alasan “Mahmud Abas” Ingin Punya Anak Lagi Istilah 'Mahmud Abas' mungkin sudah sering Anda dengar ketika bercengkrama dengan rekan-rekan seumuran. Ya, Mahmud Abas yang dimaksud bukanlah Preside...
3 Hal Pada Bayi yang Baru Lahir yang Sering Bikin Panik Orang Tua Saat anak yang dinanti kehadirannya lahir ke dunia, pasti sebagai orang tua kamu akan merasa senang luar biasa. Didasari oleh perasaan senang ini, tak...
5 Konsep Foto Unik yang Akan Membuat Bayimu Terlihat Semakin Lucu dan Menggemaskan Mungkin bisa dibilang gara-gara ada Instagram, orang tua zaman sekarang akan berusaha keras untuk menghasilkan foto bayi lucu agar bisa di-share di sa...
Si Kecil Sering Kena Biang Keringat? Coba Atasi dengan 5 Obat Alami Berikut Ini Dibanding orang dewasa, si kecil lebih rentan untuk mengalami gangguan kulit. Salah satu gangguan kulit yang sering muncul pada bayi dan balita adalah...
Ayah, Lakukan Ini Saat Anak Rewel di Tempat Umum Senang rasanya bisa mengajak anak jalan-jalan saat weekend atau hari libur. Berharap dia juga akan ikut menikmatinya. Tapi, kadang-kadang di waktu-wak...
LoadingSUDAH MENCOBA