Anak Mengalami Kejang Demam? Jangan Panik, Berikut 5 Hal yang Harus Segera Kamu Lakukan

LoadingSUDAH MENCOBA

Kejang demam adalah kondisi yang umumnya dialami oleh bayi berusia 6 bulan hingga anak-anak berusia 5 tahun. Mereka umumnya akan mengalami demam tinggi, badan gemetar tidak terkendali, tatapan mata yang melotot, terkadang mengeluarkan busa atau muntah dari mulutnya, tubuh menjadi kaku, bahkan sampai hilang kesadaran akibat adanya gangguan dalam fungsi otak.

Penyebab kejang demam dapat beragam, beberapa di antaranya dikarenakan oleh infeksi, adanya cedera pada kepala, keracunan, atau overdosis obat. Kejang demam juga bisa disebabkan oleh tumor otak atau masalah kesehatan lainnya yang mempengaruhi kerja otak sehingga otak mengalami kekurangan oksigen atau berkurangnya aliran darah. Dalam beberapa kasus, penyebab kejang demam masih belum bisa diidentifikasi secara sempurna.

Sekalipun terdengar menakutkan, pada umumnya kejang demam tidak mengancam nyawa. Sekitar 10% dari setiap anak di dunia pasti mengalami kejang demam semasa hidup mereka. Oleh sebab itu, jika anak mengalami kejang demam, kamu tidak perlu merasa terlalu panik. Berikut lima hal yang harus segera dilakukan sebagai pertolongan pertama.

Baringkan anak dalam posisi miring

Karena seseorang yang mengalami kejang demam terkadang mengeluarkan busa atau muntahan dari mulutnya, maka usahakan untuk membaringkan anak dalam posisi miring dengan salah satu lengan berada di bawah kepala yang ditengokan ke salah satu sisi, bukan telentang. Hal ini bertujuan untuk mencegah mereka menelan muntahannya sendiri.

Berikan handuk atau selimut agar lidah tidak tergigit

Saat anak sedang kejang, jangan taruh benda apa pun (seperti memberinya air putih atau obat-obatan tertentu) ke dalam mulutnya karena justru akan membuat mereka tersedak atau bahkan menyebabkan sumbatan napas. Lebih baik berikan mereka handuk atau selimut agar lidah mereka tidak tergigit karena tubuh sedang gemetar tidak terkendali.

Jangan hentikan gerakan atau kejang anak dengan paksa

Jangan menahan dan menghentikan secara paksa gerakan atau kejang anak karena dapat menyebabkan patah tulang.

Hitung waktu berlangsungnya kejang

Hitung waktu berlangsungnya kejang. Jika terjadi lebih dari 5 menit, segera panggil ambulans atau larikan ke instalasi gawat darurat (IGD).

Amati hal-hal lain yang terjadi saat anak kejang demam

Kamu juga sebaiknya mengamati hal-hal apa saja yang terjadi saat anak mengalami kejang demam karena ini dapat menjadi informasi berharga bagi dokter yang memeriksa. Sebaiknya orang tua juga memiliki termometer di rumah. Selain untuk mengetahui suhu tubuh anak saat demam, termometer juga berguna untuk mengetahui pada suhu berapa anak mengalami kejang demam.

Pencegahan pertama kejang demam lainnya adalah dengan memberikan obat penurun panas apabila anak sedang demam, misalnya parasetamol atau ibuprofen. Hindari obat dengan bahan aktif asam asetilsalisilat. Kamu juga bisa memberikan kompresan air hangat pada dahi, ketiak, dan lipatan siku anak untuk membantu menurunkan panas.

Namun demikian, segera bawa anak ke rumah sakit bila kamu menduga bahwa kejang yang dialami oleh anak-anak bukan sekedar kejang demam biasa karena kejang juga dapat menjadi tanda dari penyakit yang lebih serius.

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Alasan “Mahmud Abas” Ingin Punya Anak Lagi Istilah 'Mahmud Abas' mungkin sudah sering Anda dengar ketika bercengkrama dengan rekan-rekan seumuran. Ya, Mahmud Abas yang dimaksud bukanlah Preside...
5 Pelajaran tentang Parenting yang Bisa Kamu Ambil dari Ahok Siapa yang tak kenal mantan Gubernur DKI Jakarta satu ini? Nama Ahok sempat viral beberapa waktu lalu. Mantan Gubernur yang satu ini patut diacungi je...
Box Bayi Bisa Sebabkan Sindrom Kematian Bayi Mendadak, Benarkah? Pada umumnya, bayi yang baru lahir hingga menginjak usia tertentu akan ditempatkan di dalam box bayi. Box bayi dianggap lebih aman untuk menidurkan ba...
Ayah, Lakukan Ini Saat Anak Rewel di Tempat Umum Senang rasanya bisa mengajak anak jalan-jalan saat weekend atau hari libur. Berharap dia juga akan ikut menikmatinya. Tapi, kadang-kadang di waktu-wak...
Menyambut Kelahiran Buah Hati, Sudahkah Anda Menyiapkan Perlengkapan Bayi Baru Lahir Berikut Ini? Salah satu hal yang paling ditunggu pasangan suami istri yang baru menikah adalah kehamilan dan kelahiran sang buah hati. Mungkin banyak di antara kal...
5 Tips Mempersiapkan Kondisi Psikologi Anak untuk Menyambut Adik Barunya Dalam menyambut kelahiran bayi kedua, ada hal yang tidak kalah penting untuk dipersiapkan, yakni kondisi psikologi anak pertama. Hal ini bermanfaat un...
Sebentar Lagi Mau Punya Anak Laki-laki? Kalau Masih Bingung Pilih Nama, Yuk Lihat Inspirasi Nama Ana... Mempersiapkan nama seorang anak memang terkadang menjadi momen yang cukup menegangkan sekaligus haru. Mau laki-laki atau perempuan, memilihkan nama un...
Hati-hati, 5 Film Kartun Ini Tidak Layak Ditonton oleh Anak-anak! Film kartun bisa menjadi salah satu hiburan yang tidak hanya lucu, tapi juga mendidik anak-anak. Tetapi belakangan ini, status kartun berubah menjadi ...
Si Kecil Sering Kena Biang Keringat? Coba Atasi dengan 5 Obat Alami Berikut Ini Dibanding orang dewasa, si kecil lebih rentan untuk mengalami gangguan kulit. Salah satu gangguan kulit yang sering muncul pada bayi dan balita adalah...
5 Konsep Foto Unik yang Akan Membuat Bayimu Terlihat Semakin Lucu dan Menggemaskan Mungkin bisa dibilang gara-gara ada Instagram, orang tua zaman sekarang akan berusaha keras untuk menghasilkan foto bayi lucu agar bisa di-share di sa...
LoadingSUDAH MENCOBA