65 Tahun Lalu, Ilmuwan Roket Asal Jerman Prediksi Nama “Elon” Bakal Berhubungan dengan Kolonisasi Mars

on
LoadingSUDAH MENCOBA

Pebisnis sekaligus insinyur milyuner kelahiran Afrika Selatan, Elon Musk, adalah salah satu penemu terdepan di bidang penjeajahan angkasa luar. Di bawah kepemimpinannya, SpaceX mampu menciptakan pesawat ulang alik murah dan hemat energi. Bukan tidak mungkin pesawat yang diciptakan bakal membawa manusia pertama menuju ke Mars dalam waktu dekat ini. Tentu saja dengan hal ini, nama “Elon” tak diragukan lagi bakal selamanya dikaitkan dengan Mars.

Elon Musk

Namun siapa sangka, ini bukan pertama kalinya nama “Elon” dan “Mars” berkaitan satu sama lain, bahkan jauh sebelum ini.

Kisah ini bermula dari seorang ilmuwan asal Jerman bernama Wernher von Braun. Dia adalah insinyur roket yang berperan penting dalam penciptaan roket V-2 milik Nazi. Roket ciptaannya merupakan misil balistik pertama di dunia yang memiliki jangkauan jarak jauh dan dikenal sebagai rudal paling canggih di masanya.

Sejak penciptaannya di akhir tahun 1944 hingga akhir Perang Dunia II, ada lebih dari 3.000 misil V-2 yang diluncurkan dan membunuh sekitar 9.000 masyarakat sipil dan personil militer. Belum lagi ditambah dengan 12.000 tahanan yang dipaksa bekerja untuk memproduksi senjata mutakhir tersebut.

Von Braun merupakan seorang pecinta astronomi yang mengembangkan kegemarannya akan roket sejak masa muda. Di tahun 1934, dia memperoleh gelar doktor di bidang aerospace dari Universitas Berlin. Tesis doktoralnya yang berjudul “Solusi Konstruksi, Teori dan Eksperimen untuk Masalah Mesin Pendorong Roket Berbahan Bakar Cair” bahkan dirahasiakan oleh militer dan tak dipublikasikan hingga tahun 1960.

Baca Nanti  Jangan Takut Hadapi Masa Depan, 5 Teknologi Ini Justru Akan Membuat Kamu Ingin Waktu Cepat Berlalu
Von Braun (Jas Hitam) di antara pejabat tinggi Nazi.

Seketika itu juga Von Braun direkrut oleh militer Jerman dan mulai membuat senjata roket. Von Braun ditempatkan di pusat penelitian militer di kawasan pedesaan Peenemünde di lepas pantai Laut Baltik, di mana dia bertugas mengawasi eksperimen dengan mesin roket berbahan bakar cair dan proses lepas landas pesawat bermesin jet. Di tempat itu juga, von Braun mengembangkan misil anti-pesawat berkecepatan suara, Wasserfall, serta misil balistik A-4 yang kemudian diberi nama Vergeltungswaffe 2 alias V-2.

Roket V-2 di Peenemünde

Von Braun paham bahwa pabrik pembuatan misil V-2 memanfaakan tenaga pekerja paksa dan kerap menangani pekerjanya dengan buruk. Namun diduga dia tidak tahu bagaimana sesungguhnya kondisi di kamp konsentrasi. Dia dilaporkan hanya sekali mengunjungi pabrik dan puas dengan penanganan. Padahal sesungguhnya, para pekerja paksa sering kali disiksa dan dibiarkan kelaparan. Bahkan banyak yang mati karena penyakit, eksekusi hingga kondisi kerja yang membahayakan.

Di tahun 1944, von Braun ditangkap oleh SS (pasukan rahasia Nazi) karena dituduh bekerja sama dengan Komunis. Namun demikian, tuduhan tersebut tak terbukti dan akhirnya dia dibebaskan selagi melanjutkan pembangunan misil balistik. Meski begitu, dia sudah berencana untuk melarikan diri ke Amerika Serikat. Dia pun berhasil kabur ke Austria dan menyerahkan diri ke Pasukan AS di musim semi 1945, saat Pasukan Soviet menyerbu fasilitas penelitiannya di Peenemünde.

Von Braun sendiri menjadi salah satu dari 1.500 ilmuwan Jerman yang secara rahasia dipindahkan ke AS. Sebagai salah satu ilmuwan pertama yang menyatakan kebenciannya akan rezim Nazi yang keji, dia pun dipekerjakan oleh Angkatan Bersenjata AS dan mulai mengembangkan misil balistik kembali.

Baca Nanti  Ini Alasan Cowok Tidak Lagi Memakai Rok Seperti Pada Zaman Romawi

Meski setengah hidupnya didedikasikan untuk mengembangkan senjata, namun keinginan sesungguhnya von Braun adalah penjelajahan angkasa. Dia tertarik dalam pengembangan sistem pendorong jet yang mampu membawa roket dengan penumpang menuju ke bulan dan Mars. Dia pun mendapatkan kesempatan untuk meraih mimpinya di tahun 1957. Namun sebelum itu, dia sempat merilis beberapa tulisan teoritis dan fiksi yang menteorisasi kolonisasi di Mars dan pembuatan stasiun luar angkasa di orbit Bumi.

Karyanya akan pembangunan stasiun luar angkasa kemudian mengispirasi desain konsep karya Stanley Kubrick untuk film 2001: A Space Odyssey. Tulisannya yang lain, The Mars Project, dirilis pada tahun 1952, memuat beragam ramalan yang uniknya jadi kenyataan. Buku tersebut memberikan gambaran mengenai misi penerbangan dengan awak ke Mars yang kemudian berakhir dengan kolonisasi planet serta pembangunan pemerintahan yang mandiri di sana.

Von Braun (kanan) bersama Walt Disney

Misi tersebut meliputi satu armada dengan 10 pesawat ulang alik raksasa yang mampu mengangkut 70 astronot dan 9 kru kendaraan. Braun bahkan membuat perhitungan rinci mengenai navigasi luar angkasa serta parameter teknis dalam misi tersebut. Meskipun perencanaan luar biasa ini menarik perhatian banyak jutawan yang suka dengan penjelajahan luar angkasa (termasuk Walt Disney), namun teori ini berakhir hanya teori karena terbatasnya teknologi di era 1950an.

Ramalan yang menarik dari karangan von Braun justru datang dari sistem pemerintahan di Mars. Dia berpendapat, alih-alih menggunakan istilah presiden, pemimpin koloni Mars akan diberikan gelar “Elon”.

Pemerintahan orang-orang Mars nantinya dipimpin oleh 10 orang, pemimpin yang terpilih dari pemilihan umum akan menjabat selama lima tahun dan diberi gelar “Elon”. Dua rumah Parlemen akan memberlakukan undang-undang yang diatur oleh Sang Elon dan kabinetnya. Parlemen tertinggi akan diberi nama Dewan Tetua dan beranggotakan 60 orang, masing-masing dipilih oleh Elon dan digantikan ketika sudah meninggal dunia.

Di era 1950an, gelar “Elon” sendiri tidak memiliki arti tertentu. Kemungkinan, gelar tersebut diambil dari nama Ibrani, “Elon”, yang berarti “pohon ek” dan berkaitan erat dengan pengetahuan serta kebijaksanaan.

Baca Nanti  Asah Kemampuan Programming-mu dengan Belajar Coding Komputer di 6 Website Ini!

Saat ini, dengan berita mengenai rencana Elon Musk mengirimkan manusia ke Mars, masyarakat tentu berpendapat bahwa hal ini pasti hanya kebetulan belaka.

Faktanya, tak ada hubungan antara von Braun dan Musk, yang lahir di Pretoria tahun 1971, sebagai anak dari orang Kanada dan Afrika Selatan. Musk belajar programming sendiri di usia 12 dan menuntut ilmu di University of Pennsylvania dan Wharton School of Business.

Von Braun dengan latar belakang mesin jet Saturn V

Meski von Braun tidak pernah berhasil mengkolonisasi Mars, namun dia menjadi salah satu pioner penjelajahan angkasa Amerika Serikat. Bahkan, dia jadi otak di balik penciptaan Saturn V, sebuah roket berbahan bakar cair yang digunakan dari tahun 1968 hingga 1972.

Roket tersebut merupakan satu-satunya kendaraan sepanjang sejarah yang berhasil membawa kapsul berawak melampaui orbit Bumi. Saturn V sendiri sempat digunakan di semua misi Apollo.

ARTIKEL TERKAIT

Perang Terpendek Sepanjang Sejarah, Hanya 40 Menit Tapi Memakan 500 Korban Umumnya, perang bisa berlangsung lama hingga bertahun-tahun. Bahkan ada juga yang memakan waktu puluhan hingga ratusan tahun. Namun, berbeda dengan pe...
4 Cara Elon Musk Kurangi Biaya Terbang Ke Mars Hingga 5 Juta Persen Ambisi Elon Musk untuk mengkolonisasi Mars memang sudah jadi rahasia umum. Saat ini, SpaceX, perusahaan pribadinya, tengah mengembangkan teknologi yan...
Mujair, Ikan Temuan Tukang Sate Kambing Saat Ritual 1 Suro Mendengar namanya, tentu kamu sudah terbayang bagaimana gurihnya rasa ikan yang satu ini. Tilapia mossambica atau yang lebih dikenal dengan nama mujai...
4 Fakta Ini Buktikan Bahwa Majapahit Tak Pernah Kuasai Nusantara Jika ditantang untuk menyebutkan dua kerajaan dengan wilayah terbesar di Indonesia, pasti kebanyakan orang menyebutkan Sriwijaya dan Majapahit. Namun ...
Seleb Legendaris Ini Ternyata Pernah Diinvestigasi oleh FBI Dunia hiburan sebenarnya selalu menjadi target FBI sejak lama. Banyak aktor maupun musisi yang diduga terlibat oleh berbagai jenis kejahatan. Mulai da...
Horo, Jubah ‘Ajaib’ yang Selamatkan Ksatria Samurai dari Serangan Panah Lawan Baju perang pasukan Jepang kuno memang sangat mencolok saat perang. Helm dengan ornamen khusus, lencana suku, hingga perlengkapan unik lainnya dikenak...
Foto 6 Restoran Cepat Saji Paling Populer di Dunia Saat Pertama Kali Buka Keberadaan restoran cepat saji saat ini memang luar biasa meningkat. Meskipun banyak yang mengatakan bahwa makanan mereka dipandang kurang sehat, namu...
6 Pakaian Pria Bekas Produk Militer yang Pasti Ada di Lemari Kamu Bagi banyak orang, dan mungkin juga kamu, perang tak memberikan dampak apapun terhadap kehidupan. Istilahnya, kalah jadi arang menang jadi abu. Namun ...
Istimewa! Ksatria Samurai Wanita Benar-Benar Ada dan Nyata di Era Jepang Kuno! Berbicara soal samurai, mungkin kamu membayangkan sosok pria Jepang yang lengkap dengan perlengkapan perang serta pedang katana di pinggang. Memang, s...
Senjata Konyol Ini Efektif Kalahkan Gajah Perang Di Peperangan Zaman Romawi Kuno Pada masa perang abad kuno dulu, manusia memang sudah sering menggunakan bantuan hewan-hewan yang dijinakkan untuk mengalahkan musuh mereka. Banyak he...
NASA Temukan Lagi Bukti Keberadaan 10 Planet Seukuran Bumi NASA kembali menemukan bukti baru tentang keberadaan 291 planet yang ada di luar sistem tata surya kita. 10 di antaranya memiliki ukuran yang sama bes...
6 Fakta Tragis Tentang Laika, Anjing Pertama yang Pergi Ke Luar Angkasa Manusia bukanlah makhluk pertama yang menjelajahi luar angkasa. Bukan juga simpanse yang sering jadi obyek film ilmiah. Adalah Laika, seekor anjing ja...
Perang Bubat, Tragedi yang Sebabkan Batalnya Pernikahan Hayam Wuruk dan Dyah Pitaloka Kamu tahu yang namanya Perang Bubat? Itu, lho, perang yang dipercaya oleh masyarakat Indonesia sebagai perang yang membuat adanya larangan bagi masyar...
Vespa Bazooka, Skuter Peninggalan Perang Dunia II yang Paling Berbahaya Sepanjang Sejarah Vespa bukan cuma skuter, tetapi gaya hidup. Setidaknya prinsip ini yang dipegang oleh banyak penggemar skuter asal Italia ini. Tak heran bila saat ini...
Dahulu Kursor Mouse Tegak Lurus, Namun Hal Ini Berubah Sejak… Bila kamu adalah orang yang sering kontak dengan komputer, bekerja misalnya, tentu kursor mouse adalah hal yang lumrah ada di setiap komputer saat ini...
Oh, Jadi Ini Alasan Mengapa Hard Disk Ditandai dengan Huruf C Pengguna PC atau laptop mungkin familiar dengan keberadaan hard disk yang kadang terbagi menjadi beberapa partisi. Namun pernahkah kamu berpikir, meng...
Jadi Begini Asal Mula Ringtone Nokia yang Legendaris Keberadaan gadget saat ini tak hanya berfungsi sebagai alat berkomunikasi saja, melainkan juga simbol kegemaran serta kemajuan teknologi. Tak heran bi...
LoadingSUDAH MENCOBA