Apa Sih Arti Turn Back Crime yang Kini Banyak Digunakan Polri?

LoadingSUDAH MENCOBA

Isitlah turn back crime belakangan ini sering berseliweran di tengah masyarakat Indonesia. Namun, tahukah kamu apa makna di balik istilah tersebut?

Program Interpol tahun 2014

Turn back crime, atau yang dalam Bahasa Indonesia berarti melawan kejahatan, adalah salah satu program yang dicanangkan oleh International Criminal Police Organization (Interpol) sejak tahun 2014 lalu. Program ini bertujuan untuk mengajak masyarakat supaya lebih peka terhadap kejahatan-kejahatan yang ada di sekitar mereka dan memeranginya. Keuntungan yang didapat dari tindak kriminal tadi seringkali digunakan sebagai pembiayaan kejahatan transnasional. Oleh sebab itu, pemutusan rantai harus segera dilakukan supaya organisasi-organisasi kejahatan tidak lagi mempunyai cukup dana untuk membiayai kejahatan lainnya. Peluncuran istilah turn back crime dilakukan bertepatan dengan satu abad lahirnya lembaga Interpol yang beranggotakan 190 negara.

Mulai populer sejak tragedi pengeboman Sarinah

Meskipun program sudah dimulai sejak tahun 2014, istilah turn back crime baru populer di Indonesia setelah tragedi pengeboman Sarinah awal Januari 2016. Saat itu, Direktur Reserse Kriminal Umum, Krishna Murti, bersama anggotanya tampak gagah ketika terjun ke lokasi untuk menyergap pelaku serangan. Sambil mengacungkan pistol dan berlari memburu pelaku, Krishna Murti terlihat fashionable dengan kaos berkerah bewarna biru dongker bertuliskan “turn back crime” di dada kanan, pantaloon cargo bewarna kulit, dan sneaker yang dikenakannya. Kejadian tersebut membuat masyarakat tidak hanya membicarakan siapa pelaku di balik pengeboman ini, namun juga gaya busana Krishna dan istilah turn back crime yang tersemat di dada sebelah kanan sang polisi.

Gaya busana yang mendekatkan polisi dengan masyarakat

Dua hari setelah kejadian, Krishna Murti segera meresmikan busana yang dipakainya saat menyergap pelaku  bom Sarinah sebagai seragam anyar kepolisian. Turn back crime bertujuan untuk merangkul warga dalam melawan kejahatan. Maka, kepolisian juga harus mempunyai seragam yang bisa melebur dengan warga. Kabar yang mengatakan bahwa masyarakat umum dilarang ikut-ikutan mengenakan kaos tersebut juga langsung diklarifikasi oleh AKBP Eko Hadi Santoso. Ia menegaskan bahwa seragam tersebut bukan bagian dari seragam formal resmi kepolisian. Oleh sebab itu, masyarakat umum boleh dengan bebas mengenakannya tanpa harus takut akan dikenakan hukuman.

Jadi, apa itu arti “turn back crime“?

Pada intinya, turn back crime adalah sebuah ajakan untuk melawan kejahatan (dimulai dari yang ada di sekitar kamu) secara bersama-sama. Kejahatan dapat terjadi pada siapa saja, kapan saja, dan di mana saja, oleh sebab itu, yuk perangi mereka!

LoadingSUDAH MENCOBA