Sering Dengar Berita tentang Reklamasi, Sudahkah Kamu Mengetahui Arti di Baliknya?

LoadingSUDAH MENCOBA

Sekitar satu tahun lalu, pemberitaan mengenai reklamasi pantai ramai diperbincangkan oleh masyarakat dan juga media. Hal ini semakin memanas ketika KPK menangkap Ketua Komisi D DPRD, M. Sanusi, terkait aktivitas ini. Jauh sebelum pengangkapan ketua komisi D DPRD, proyek ini selalu adem ayem kecuali protes dari beberapa aktivis lingkungan. Tapi kira-kira apa sebenarnya reklamasi pantai itu?

Sering muncul sejak isu reklamasi Pantai Utara Jakarta

Meskipun sudah dilakukan sejak tahun 1980-an, reklamasi Pantai Utara kembali menjadi perbincangan hangat setelah adanya penangkapan ketua komisi D DPRD, M. Sanusi, karena tertangkap tangan menerima Rp 1,4 Miliar dari PT. Agung Podomoro Land. Kali ini, tidak hanya dampak lingkungan yang dipermasalahkan, tetapi perizinannya pun menimbulkan perdebatan antara Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama dengan jajaran Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Sebetulnya, apa itu reklamasi?

Reklamasi merupakan pengurukan kawasan air dengan tanah hingga menjadi daratan yang bisa digunakan sebagai lahan untuk berbagai keperluan, seperti kompleks perumahan, perkantoran, dan juga tempat wisata. Sebenarnya, reklamasi bukanlah hal baru di dunia. Dubai dan Jepang merupakan negara yang berhasil melakukanya. Di Dubai, hal tersebut terbukti dengan pembangunan Palm Island dan World Island yang menguruk lahan di pantai . Sedangkan, untuk di Jepang, mereka berhasil membangun Bandara Haneda di atas lahan reklamasi.

Apakah reklamasi memiliki dampak negatif?

Di Indonesia setidaknya ada empat wilayah yang ingin direklamasi, yakni Pantai Losari di Makassar, Teluk Benoa di Bali, Teluk Talisse di Palu, dan Pantai Utara di Jakarta. Langkah ini berpotensi merusak ekosistem laut dan memicu abrasi. Tidak hanya itu, hal tersebut juga bisa memperburuk pencemaran lingkungan, khususnya di laut. Reklamasi pula yang membuat pulau lain tenggelam karena menjadi lebih rendah dan infrastruktur yang sudah tertanam di kawasan yang akan direklamasi pun bisa terganggu.

Kalau di Jakarta, tujuan reklamasi untuk apa?

Dalam perencanaan reklamasi di Pantai Utara Jakarta, nantinya akan ada 17 pulau yang akan dibangun, mulai dari pulau A hingga Q. Tiga kawasan akan membagi pulau di kawasan barat untuk pemukiman dan wisata, Kkwasan tengah sebagai pusat perdagangan jasa dan komersial, dan kawasan timur akan dijadikan sebagai distribusi barang, pelabuhan, dan pergudangan.

Reklamasi pantai utara merupakan bagian dari proyek tanggul raksasa (giant sea wall) untuk mengatasi masalah rob di ibu kota. Dalam proyeknya, langkah ini akan memberikan tambahan lahan untuk Jakarta seluas 5.100 hektar. Pastinya ekosistem laut di sekitar daerah pembangunan akan berubah. Keanekaragaman hayati juga diperkirakan akan punah akibat proyek reklamasi. Hal inilah yang menimbulkan kekhawatiran para nelayan karena selama ini mereka terbiasa mencari ikan di Pantai Utara Jakarta. Bagaimana menurut kamu?

ARTIKEL TERKAIT

5 Misteri dan Mitos Pantai Parangtritis, Benarkah Adanya? Indonesia diapit oleh dua samudera, yaitu Samudera Hindia di sebelah selatan-barat Indonesia dan Samudera Pasifik di sebelah utara-timur Indonesia. Da...
Sebelas Tahun Lumpur Lapindo, Berikut 5 Fakta yang Perlu Kamu Ketahui Masih ingat dengan salah satu bencana buatan terbesar yang mulai terjadi pada tanggal 29 Mei 2006? Iya, semburan lumpur panas dimulai ketika PT. Lapin...
LoadingSUDAH MENCOBA