Tahukah Kamu Bahwa Indonesia Punya Program Bela Negara?

LoadingSUDAH MENCOBA

Beberapa negara di dunia ada yang memberlakukan wajib militer bagi para penduduknya, misalnya di Korea Selatan. Nah, ternyata di Indonesia sendiri program seperti itu sudah ada, lho! Namanya program bela negara. Memang tidak banyak masyarakat yang tahu akan hal ini karena tidak semua daerah melakukannya. Kalau kamu penasaran, yuk simak beberapa penjelasan berikut!

Mulai diusung sejak 2015 oleh Kemenhan

Sebetulnya, program bela negara ini baru ada tahun 2015 lalu, jadi tak heran kalau sosialisasinya belum menyeluruh di kalangan masyarakat. Tak hanya itu, program ini juga sempat menimbulkan kontroversi. Beberapa orang khawatir bahwa ke depannya program ini akan menjadi kegiatan yang melembagakan militerisme.

Adapun tujuan Kemenham membentuk program ini adalah dengan harapan bisa mendapatkan sebanyak 100 juta kader bela negara dalam waktu 10 tahun. Program ini akan mengajarkan pesertanya ilmu pengetahuan strategis mengenai sistem pertahanan, intelijen negara, mengenalkan alutista TNI, serta kegiatan untuk melatih kekuatan fisik

Bersifat sukarela

Rak seperti beberapa negara lainnya yang mewajibkan warga negaranya di usia tertentu untuk program yang satu ini, program bela negara di Indonesia tidak mengharuskan hal tersebut. Dengan kata lain, setiap warga negara boleh ikut secara sukarela tanpa paksaan. Hal ini dialami oleh salah satu kader yang bernama Yudianegara. Ia adalah peserta yang berasal dari Jawa Tengah. Ia rela absen kuliah beberapa saat untuk mengikuti program ini.

Sudah dimulai di Manado

Ternyata program ini sudah dimulai di Manado. Acara tersebut di-launching pada 3 Mei 2017 lalu di Kawanua Internasional, Sulawesi Utara. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menanamkan pentingnya semangat membela negara di kalangan masyarakat. Pelaksanaannya diramaikan dengan menyanyikan lagu NKRI dan pelantikan Pengurus Pusat Jaringan Bela Negara serta peluncuran album Bela Negara.

Apakah sama dengan Wajib Militer?

Tidak sedikit orang yang menyamakan program bela negara ini dengan wajib militer. Padahal keduanya berbeda, lho. Memang bela negara sudah diatur dalam Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang Dasar 1945, namun bukan berarti program ini sama dengan wajib militer karena dalam program ini tidak terkandung materi militer sama sekali. Anggapan bahwa hal ini disamakan dengan program wajib militer ditolak oleh Mayor Jendral TNI Hartind Asrin yang merupakan Kepala Badan Pendidikan dan Latihan Kementerian Pertahanan.

Program bela negara ini memerlukan waktu sekitar satu bulan. Selama waktu tersebut, kamu akan mendapat berbagai pengetahuan dan latihan fisik, namun tidak terlalu berat layaknya wajib militer. Seru, kan? Kalau penasaran dengan hal ini, kamu bisa mendaftarkan diri dan mencoba ikut pelatihannya.

LoadingSUDAH MENCOBA