2030, Jepang Siap Kirim Manusia ke Bulan

on
LoadingSUDAH MENCOBA

Sejumlah negara akhir-akhir ini mulai mengembangkan teknologi penjelajahan luar angkasa. Bahkan perusahaan pribadi sekelas SpaceX milik Elon Musk saja berkeinginan untuk membuka peluang kolonisasi ke Planet Mars. Baru-baru ini dikabarkan Jepang turut andil dalam ‘kompetisi’ penjelajahan luar angkasa ini.

Seperti yang dikabarkan oleh CNN, Jepang berusaha untuk mengirimkan pesawat dengan awak pada tahun 2030 mendatang. Rencana penerbangan ke bulan ini terungkap pada proyek ambisius pemerintah Jepang bernama Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA). Proyek ambisius ini diajukan ke Kementrian Pendidikan, Budaya, Olahraga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Jepang yang nantinya akan mendapatkan manfaat apabila misi tersebut berhasil dijalankan.

Meski begitu, Jepang tidak berencana untuk mengirimkan roket yang murni bikinannya sendiri ke Bulan, yang mungkin bakal menghabiskan banyak dana. Alih-alih, Jepang ingin mengontribusikan teknologi ke misi multinasional. Rencana tersebut kemungkinan akan dijadwalkan bakal dimulai pada tahun 2025. Detail rencana ini sendiri akan dirilis sebelum International Space Exploration Forum di Jepang pada Maret 2018 mendatang.

Astronot JAXA, Kimiya Yui, di International Space Station

Rencana besar ini menandai kali pertama JAXA mengumumkan ke publik mengenai misi astronot Jepang menjelajahi luar angkasa lebih jauh dari International Space Station (ISS). Namun, rencana ini hanya salah satu dari beberapa rencana negara-negara Asia yang bahkan sudah lebih unggul dari Jepang.

Sebagai contoh, bulan Desember tahun lalu, Tiongkok mengumumkan keinginannya untuk mengirimkan rover atau kendaraan penjelajah tanpa awak ke Mars pada tahun 2020 mendatang. Itu belum termasuk misi perjalanan ke Bulan dengan awak yang akan mengikuti di tahun-tahun selanjutnya.

Selain Tiongkok, India juga punya rencana sendiri. Setelah menjadi negara keempat yang berhasil mengunjungi bulan di tahun 2008, India ingin mengirimkan misi pesawat luar angkasa berpenumpang ke bulan di tahun 2018 mendatang.

Dari sini, sudah tampak jelas bahwa persaingan untuk menjadi penjelajah angkasa di antara negara-negara Asia sudah semakin memanas. Apakah Indonesia bakal mengikuti jejak negara-negara tersebut? Hanya waktu yang bisa menjawab.

ARTIKEL TERKAIT

65 Tahun Lalu, Ilmuwan Roket Asal Jerman Prediksi Nama “Elon” Bakal Berhubungan dengan K... Pebisnis sekaligus insinyur milyuner kelahiran Afrika Selatan, Elon Musk, adalah salah satu penemu terdepan di bidang penjeajahan angkasa luar. Di baw...
NASA Temukan Lagi Bukti Keberadaan 10 Planet Seukuran Bumi NASA kembali menemukan bukti baru tentang keberadaan 291 planet yang ada di luar sistem tata surya kita. 10 di antaranya memiliki ukuran yang sama bes...
4 Cara Elon Musk Kurangi Biaya Terbang Ke Mars Hingga 5 Juta Persen Ambisi Elon Musk untuk mengkolonisasi Mars memang sudah jadi rahasia umum. Saat ini, SpaceX, perusahaan pribadinya, tengah mengembangkan teknologi yan...
LoadingSUDAH MENCOBA