Fenomena Langka Tornado Kecil di Kepulauan Seribu

LoadingSUDAH MENCOBA

Pada 23 Oktober 2017 lalu, Kabupaten Kepulauan Seribu dikejutkan oleh sebuah fenomena alam yang cukup langka terjadi, yaitu tornado kecil alias puting beliung. Tak hanya satu, tornado kecil yang muncul pukul 09:00 WIB tersebut bahkan terdiri dari tiga pusaran. Lokasi tepatnya berada di Pulau Karang Lebar, Kelurahan Pulau Harapan, Kecamatan Pulau Seribu Utara. Bagaimana fenomena alam ini dapat terjadi?

Waterspout: tornado skala kecil atau putting beliung

Dilansir dari situs Kumparan, fenomena alam tersebut ternyata merupakan hal yang wajar terjadi. Mengingat kejadiannya yang berlangsung di tengah laut, maka bisa juga disebut sebagai fenomena alam waterspout.

Sebetulnya karakteristiknya sama saja seperti yang ada di darat. Puting beliung merupakan angin kencang yang datang secara tiba-tiba, mempunyai pusat, dan bergerak melingkar seperti spiral hingga menyentuh permukaan bumi serta hilang dalam waktu singkat, kurang lebih sepuluh menit.

Wajar muncul saat masa peralihan musim

Waterspout bukanlah fenomena alam yang langka. Pada musim pancaroba, atau di masa transisi dari musim kemarau ke musim hujan seperti ini, hujan lebat yang disertai kilat, angin kencang, atau puting beliung berdurasi singkat memang cenderung lebih sering terjadi.

Ketika waterspout dilaporkan terjadi di Kepulauan Seribu, cuaca di kawasan tersebut memang sedang mendung tebal. Dua pusaran angin waterspout tersebut terlihat menuju ke antara Pulau Opak dan Pulau Kaliage. BMKG juga melaporkan kalau waterspout lanjut mengarah ke Pulau Karang Besar.

7 Sifat tornado kecil yang umum terjadi

Agar dapat mengenali kehadiran waterspout atau tornado kecil saat musim pancaroba ini, berikut adalah beberapa sifat yang umum dimiliki oleh fenomena alam tersebut—seperti yang dilansir oleh Kumparan:

  • Luasannya berkisar antara 5-10 KM
  • Waktunya singkat, sekitar kurang dari 10 menit
  • Lebih sering terjadi pada peralihan musim
  • Cenderung terjadi pada siang atau sore hari
  • Bergerak secara garis lurus
  • Hanya berasal dari awan cumulonimbus, bukan dari pergerakan angin monsoon atau pergerakan angin pada umumnya. Namun, tidak semua angina cumulonimbus menimbulkan puting beliung
  • Kemungkinannya kecil untuk terjadi kembali di tempat yang sama.

Tips agar tetap aman dan waspada jika tornado kecil terjadi

Meski merupakan fenomena alam yang wajar terjadi, kamu tetap perlu waspada terhadap kehadiran tornado kecil ini, apa lagi sekarang Indonesia sedang memasuki musim hujan di mana intensitas angin biasanya lebih kencang.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dengan cuaca ekstrem selama musim pancaroba ini. Hindari untuk beraktivitas di bawah pohon-pohon besar dan papan-papan reklame besar karena berpotensi roboh tertiup angin kencang. Waspadai pula risiko banjir akibat meluapnya drainase dan sungai yang ada.

 

Untungnya tidak ada korban jiwa dan kerusakan rumah akibat fenomena tornado kecil ini. Padahal, BMKG mengabarkan kalau ekor puting beliung berputar di sekitar perairan sampai menimbulkan gelombang kecil di laut! Seram juga, ya? Stay safe, people!

LoadingSUDAH MENCOBA